5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Taksu Ubud
Dream - Pandemi Covid-19 mematikan hampir seluruh nadi kehidupan Bali. Mulai dari pariwisata, ekonomi, hingga seni budaya.
Aktivitas seni di Bali sepenuhnya. Kondisi ini berbarengan dengan sepinya Bali dari wisatawan.
Hal ini mendorong artis sekaligus seniman, Happy Salma, menghidupkan kembali aktivitas seni di Pulau Dewata khususnya di Ubud. Lewat yayasan yang dia dirikan, Titimangsa Foundation bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Happy menginisiasi 'Taksu Ubud'.
'Taksu Ubud' merupakan pertunjukan seni drama, tari dan musik yang menampilkan Ubud sebagai bagian penting dari wajah Bali. Melalui kisah yang sederhana, pagelaran ini merupakan buah dari keinginan menyatukan sebagian kecil dari keindahan seni Ubud.
Pertunjukan ini adalah sebuah inisiatif kecil mengadakan ruang bagi sebagian pelaku seni Ubud untuk membangun kembali suasana Ubud yang sarat akan adat dan tradisi Bali. Ubud sebagai benteng pertahanan adat dan tradisi leluhur masyarakat Bali.
" Poin paling utama dalam proses kali ini adalah menyatukan energi kerja kolaborasi, rasa yang menurut saya perlu dimiliki dalam situasi serba sulit seperti sekarang ini," ujar Happy yang bertindak selalu produser " Taksu Ubud'.
© Taksu Ubud
Happy mengatakan kerja kolaborasi ini terbangun dengan kesadaran bersama untuk bersatu. Bersinergi dengan penuh tanggung jawab menghadirkan optimisme.
" Rasa saling mendukung untuk sebuah kerja kreatif yang datangnya dari hati karena bakti dan kecintaan pada seni, adat dan tradisi," jelas Happy.
Berkisah tentang pemuda Ubud, Umbara, yang sejak kecil tinggal jauh dari tempat kelahirannya kemudian diminta pulang oleh sang ibu. Seketika Umbara berhadapan dengan dilema, apakah harus kenyamanan dan kemudahan yang ia peroleh selama di perantauan ia tinggalkan demi cinta Ibu dan Ubud, sebuah tempat leluhur yang asing baginya?
Gelaran ini melibatkan banyak pelaku seni lokal maupun nasional meliputi Gamelan Yuganada, Yayasan Bumi Bajra Sandhi, Kertha Art Performance, Sanggar Cudamani, Ubud Performing Art, Napak Tuju, Swaradanta dan Yayasan Janahita Mandala Ubud. Juga para seniman-seniman senior seperti Agung Oka Dalem dan Cok Sri (seniman tari), Aryani Williems (aktor senior), Desak Nyoman Suarti (seniman motif tradisi) dan Made Sukadana Gender (seniman dalang).
Lebih dari itu, ‘Taksu Ubud’ juga menampilkan aktor-aktor Indonesia yang sudah tidak asing lagi namanya yaitu Reza Rahadian dan Christine Hakim.
© Taksu Ubud
'Taksu Ubud' melibatkan banyak penggiat seni yang memiliki integritas dan dedikasi pada profesi seperti Dayu Ani sebagai Sutradara Gerak, I Wayan Sudirana sebagai Sutradara Tabuh, Kadek Purnami sebagai Pimpinan Produksi, Anom Darsana sebagai Penata Suara, Johan Didik sebagai Penata Cahaya, Rai Pendet dan Yosep Anggi Noen sebagai Sutradara Visual, Cok Bayu, Agung Iswara dan Dika Pratama sebagai Penata Artistik, Ayu Putri Anantha, Arsa Wijaya dan Dewa Ayu Eka Putri sebagai Koreografer sekaligus pementas.
Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid, mengatakan kesenian merupakan sarana bagi masyarakat Ubud untuk menyatu dengan Tuhannya dan berhubungan baik dengan sesama. Inilah yang menjadi salah satu daya tarik Ubud di mata wisatawan.
" Berkesenian bagi masyarakat Bali, khususnya Ubud, bukan hanya menjadi kerja kebudayaan, tetapi juga berlaku sebagai ibadah kepada Tuhannya, sebuah identitas diri dan masyarakat, serta pengejawantahan dari taksu (jiwa) masyarakat Ubud itu sendiri," kata Hilman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?