4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Ilustrasi
Dream- Tanggal 8 Maret diperingati sebagai International Women's Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional. Tema yang diambil di tahun ini adalah #EmbraceEquity yang berfokus pada kesetaraan dan keadilan gender.
Masih banyak stigma negatif tentang perempuan di era sekarang. Banyak stereotip yang seolah-olah membuat kehidupan perempuan seperti tempurung kura-kura yang hanya bisa memilih dua alternatif kehidupan saja.
" Salah satu tantangan terbesar perempuan dalam berkarier adalah tentang waktu. Selain itu, perempuan juga selalu diberi pilihan antara pekerjaan dan kehidupan. Hal itu hanya ditanyakan pada perempuan," ujar Grace Tahir, Co-Founder of Everest Media & Medico dalam acara Women with Impact dengan tema 'Tech for gender equity: Empowering women, improving livelihoods' pada Rabu, 08 Maret 2023 dalam rangka memperingati International Women's Day di Google Indonesia, Jakarta.
Memilih untuk menjadi wanita karier atau ibu rumah tangga masih menjadi momok sulit bagi wanita. Perdebatan ini selalu diiringi dengan pendapat subjektif dan seringkali menjatuhkan satu sama lain.
Seorang yang memilih menjadi wanita karier akan dilabeli sebagai perempuan yang mandiri dan bebas karena memiliki penghasilan sendiri, namun dinilai buta terhadap urusan rumah tangga. Sedangkan seorang yang memililih menjadi ibu rumah tangga akan dipandang sebagai perempuan yang penuh pengorbanan namun divsisi lain dinilai tidak mandiri karena bergantung pada pasangan.
Padahal perempuan tidak perlu memilih kedua opsi tersebut. Perempuan adalah multiperan yang berhak memilih kehidupannya dengan bebas dan bisa menjalankan peran keduanya yaitu antara menjadi wanita karier atau ibu rumah tangga.
" Terlahir dari seorang ibu yang bekerja membuat saya memiliki keterbatasan waktu untuk bersama di saat weekday, namun saat weekend ibu saya selalu meluangkan waktu bersama keluarga. Saya paham ia bekerja demi anaknya dan saya tidak merasa benci karena ibu tidak punya waktu. Buktinya, sampai sekarang cinta saya tak terbatas untuk my mom," kata Isabella Wibowo, TV, News, and Media Partnerships of YouTube Indonesia.
Dalam dunia profesional, beberapa pihak juga masih memandang sebelah mata kaum perempuan. Kerap diragukan kemampuannya. Untuk itu perlu meyakinkan diri sendiri agar bisa berkiprah dengan maksimal.
" Go girl, kamu tak perlu mengubah opini orang lain. Kamu hanya perlu meyakinkan diri sendiri dan terus maju," kata Grace, CEO & Co-Founder of Medico.
Laporan Hany Puspita Sari
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
