Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Penumpang dalam penerbangan dari Kuba ke Inggris mendapatkan panggilan darurat saat mesin pesawat mereka meledak tepat sebelum lepas landas.
Di Bandara Frank Pais di Holguin pada tanggal 27 November, penumpang menaiki penerbangan Thomas Cook ke Manchester seperti biasa. Namun keadaan berubah menjadi buruk saat pesawat hendak meninggalkan landasan pacu.
Seorang penumpang, Josep Farnhill, 64 tahun, mengatakan kepada Metro bahwa dia " beruntung masih hidup" .
" Jika terjadi ledakan saat sudah lepas landas, kita semua pasti terbunuh," kata Farnhill.
Menurut deskripsi penumpang tentang kejadian tersebut, pesawat tersentak karena kecepatan di landasan pacu dan sedikit terangkat dari tanah. Orang bisa mendengar bunyi keras saat mesin meledak dan penumpang mencoba menjauh dari asap.
" Anda melihat mesin meledak, lalu pesawat turun tiba-tiba, dan mesinnya terbakar, percikan api terbang ke arah belakang pesawat," kata penumpang bernama Kennedy kepada The Sun.
Penumpang melihat bahwa pilot, yang bereaksi cepat untuk menghentikan pesawat, terganggu oleh kejadian tersebut. Seorang penumpang mengatakan kepada The Independent bahwa dia " agak terguncang sampai pada titik dimana tidak dapat bersuara dan hanya menangis" . Awak kabin pesawat, menurut saksi mata, juga tertekan.
Beberapa penumpang juga mengklaim bahwa petugas tidak cukup cepat membuka pintu pesawat dan mengeluarkan para penumpang, sampai-sampai beberapa orang sakit atau bahkan pingsan karena kekurangan udara. Namun pihak Thomas Cook membantah klaim ini.
Seorang juru bicara maskapai mengatakan dalam sebuah pernyataan: " Karena masalah mesin teknis, kapten membatalkan lepas landas di landasan pacu dan mengembalikan pesawat ke tempat penumpang dan awak kabin turun. Keamanan pelanggan selalu menjadi prioritas utama kami, dan kami sangat menyesalkan keterlambatan dan ketidaknyamanan yang terjadi. Kami mengatur akomodasi, transportasi dan hotel untuk semua pelanggan dan sebuah pesawat pengganti untuk mengembalikan semua penumpang dari Holguin ke Manchester pada hari Rabu" .
Penumpang juga diberi 600 Euro (lebih dari $711) sebagai kompensasi.
(Sumber: travelandleisure.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang