5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kesultanan Oman melakukan terobosan untuk melestarikan ekosistem alam, termasuk dengan cara membuka suaka margasatwa untuk Arabian oryx, hewan khas gurun pasir.
Termasuk salah satu spesies langka di dunia, hewan sejenis antelope ini terkenal dengan bentuk tanduknya yang menawan. Suaka margasatwa tersebut sekaligus dibuka guna meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata lantaran sektor minyak bumi yang sedang terpuruk.
" Sudah bertahun-tahun lamanya kami memiliki keinginan untuk melestarikan oryx. Dengan keunikannya tersebut, suaka margasatwa ini diharapkan mampu turut serta meningkatkan potensi pariwisata," tutur Hamed bin Mahmoud Al-Harsousi seperti dilansir dari Arabnews.
Oryx kerap kali dijuluki sebagai 'Unicorn Arab' karena bentuk tubuhnya yang cantik. Spesies ini mulai diburu sejak tahun 1972 oleh para pemburu ilegal.
Suaka Margasatwa Oman ini berdiri di atas lahan seluas 2.824 kilometer persegi dengan berbagai jenis lahan mulai dari gurun, bebatuan hingga gundukan pasir. Di tahun 2007, suaka ini menjadi Warisan Dunia pertama yang dicabut dari daftar UNESCO karena digantikan oleh minyak bumi.
Kini saat harga minyak bumi semakin jatuh, oryx kembali menjadi prioritas pemerintah untuk dilestarikan. Sudah ada sekitar 742 spesies yang berhasil dilestarikan di Suaka Margasatwa Oman. Ditambah lagi dengan 12 spesies pepohonan yang menjadi habitat dari para burung.
Pihak kesultanan merasa optimistis dengan rencana pelestarian ini. " Tiga tahun yang lalu, kami berhasil meningkatkan populasi gazelle Arab dari 300 hingga mencapai 850 ekor," imbuh Hamed.
Ke depannya, akan ada rencana proyek pariwisata besar yang bakal diluncurkan. Sementara saat ini, pelestarian oryx masih dilakukan dengan melibatkan banyak petugas yang bergiliran mengawasi suaka dari ancaman pemburu ilegal.
(Sumber: arabnews.com/Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?