Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pemilik kendaraan lumrah melakukan modifikasi. Selain meningkatkan performa dengan mengubah mesin, pemilik sering mempercantik tampilan dengan mengganti knalpot, jok, pelek, atau yang berhubungan dengan eksterior dan interior.
Ternyata, modifikasi juga akan menurunkan harga jual motor di samping harga komponennya lebih mahal daripada yang asli.
Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 21 Mei 2019, salah satu mekanis inspeksi dari Otomoto, Andri, mengatakan, untuk menentukan harga jual kendaraan memang lebih mudah jika sudah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, serta kondisi kendaraan masih sangat baik dan dalam kondisi standar seperti bawaan pabrik.
" Saat kami melakukan inspeksi, kami juga melihat fungsi dari komponen. Jadi, saat sudah dilakukan modifikasi, dan tidak sesuai standar, harganya akan jatuh," kata Andri kepada Liputan6.com.
Dia mengatakan penurunan harga jual tersebut, juga berlaku bagi penggantian dengan komponen yang lebih mahal. Misalnya, knalpot standar diganti dengan merek aftermarket impor. Harganya mahal, plus shockbreaker-nya. Nah, komponen mahal itu bisa menekan harga jual sepeda motor.
" Alasannya, karena kondisi kendaraan tidak lagi standar. Penurunannya bahkan kurang lebih 50 persen. Tapi, bukan penurunan satu unit kendaraan,” kata dia.
Misalkan, knalpot standar diganti dengan merek aftermarket impor, dan mahal maka akan terjadi penurunan untuk knalpot, begitu juga dengan shockbreaker. Tapi, bukan penurunan satu unit kendaraan," kata dia.
Sementara itu, dengan melakukan penggantian atau modifikasi biasanya hanya sesuai dengan si pemilik tangan pertama. Ketika dijual, belum tentu komponen modifikasi tersebut berguna untuk pemilik baru.
" Jika masih ada waktu, sebaiknya ganti dulu kendaraan sesuai standar pabrikan,” kata dia.
Tapi, kalau ada kesepakatan pembeli dan penjual, ya, itu tidak apa-apa jika tidak diubah.
“ Namun, jika memang ada kesepakatan lain antara pembeli dan penjual, bisa juga dilakukan hal lain," kata dia.
(ism, Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya