5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Dream – Hong Kong terkena dampak signifikan akibat wabah virus Covid-19. Terutama pada sektor pariwisata Hong kong yang masih ditutup hingga saat ini.
Dengan segala upaya yang dilakukan, Hong Kong berharap sektor pariwisata dapat pulih. Otoritas setempat menargetkan situasi pariwisata kembali normal pada Juli mendatang.
Beberapa langkah yang coba dijalankan otoritas pariwisata Hong Kong seperti membuka pasar baru yang dapat memberikan dampak positif.
Direktur Eksekutif Dewan Pariwisata Hong Kong, Dane Cheng, mengatakan akan fokus pada peningkatan konsumen lokal. Juga menarik lebih banyak pengunjung daratan dan mempromosikan kota ke pasar baru seperti India dan Vietnam serta meningkatkan promosi pariwisata bagi turis Muslim.
© Ilustrasi (Foto: Pixels)
Krisis virus Covid-19 telah melumpuhkan sektor perekonomian terutama pariwisata. Sejak berbulan-bulan melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pembatasan perjalanan, kini Hong Kong diharapkan mampu kembali normal.
" Yang terbaik yang bisa kita harapkan adalah pada bulan Juni atau Juli," kata Cheng.
Diharapkan pada bulan Juli keadaan sudah kembali normal. Segala bentuk pembatasan perjalanan juga dapat kembali dibuka. Layanan penerbangan juga dapat dilanjutkan kembali.
Sektor pariwisata menyumbang sekitar 4,5 persen dari produk domestik bruto Honkong dan mempekerjakan sekitar 260 ribu orang.
© Ilustrasi (Foto: Pixels)
Dalam upaya memberantas virus Covid-19, Presiden Hong Kong, Carrie Lam telah memberlakukan pembatasan ketat. Termasuk melarang semua kedatangan wisatawan dan melarang segala bentuk pertemuan yang melibatkan lebih dari empat orang.
Kedatangan wisatawan di Hong Kong menurun 96,4 persen. Pada Februari menjadi 199.123 pengunjung.
Data terakhir menunjukkan jumlah wisatawan dari darat turun sebesar 97,8 persen. Pada bulan Febaruari menjadi 98.804 pengunjung.
" Ini adalah sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya," kata Cheng.
© Ilustrasi (Foto: Pixels)
Penurunan pendapatan di sektor pariwisata membuat penjualan ritel pun anjlok. Dengan rekor sebesar 44 persen pada Februari dibanding tahun sebelumnya.
Penjualan perhiasan, jam tangan, hingga hadiah berharga lainnya sangat bergantung pada kedatangan wisatawan. Sehingga penjualannya pun jatuh hingga 78,5 persen. Dengan penurunan sebesar 41,5 persen pada bulan Januari.
" Kami memiliki pengalaman pasang surut di Hong kong selama krisis yang berbeda. Jelas ini adalah yang paling parah yang pernah kami temui," kata Cheng.
(Sumber: channelnewsasia.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
