5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Korea Tourism Organization
Ada dua video utama dalam kampanye ini, yaitu “ On My Way” dan “ One Day, Korea Came to Me”. Keduanya memperlihatkan perjalanan penuh cerita dan pengalaman autentik yang bisa jadi inspirasi traveler dunia, termasuk wisatawan asal Indonesia.

Dalam video On My Way, perjalanan dimulai dari Homigot Sunrise Square di Pohang. Ikon paling mencolok di sini adalah patung tangan Sangsaeng yang berdiri megah—satu di daratan, satu lagi di lautan. Dibangun pada 1999, patung ini menjadi simbol rekonsiliasi dan koeksistensi dalam menyambut milenium baru.
Selain berfoto dengan latar patung ikonik, traveler bisa mengeksplorasi rencana pembangunan Kompleks Pariwisata Homigot, lengkap dengan akuarium laut, taman ekologi, hingga kubah pantai. Waktu terbaik? Musim panas, saat udara hangat membuat liburan keluarga semakin maksimal.
Masih di video yang sama, destinasi berikutnya adalah Jeongseon 5 Days Market. Dulu pasar ini hanya buka setiap lima hari sekali, kini ia hidup kembali sebagai pasar permanen berkat kereta wisata khusus dari Seoul. Bukan sekadar tempat belanja, pasar ini juga dikenal lewat sajian kuliner lokal dan pertunjukan budaya.
Bagi traveler Indonesia yang penasaran dengan pasar tradisional Korea, ini tempat tepat untuk “ beraksi” layaknya warga lokal—berbelanja, mencicipi jajanan kaki lima, hingga ikut larut dalam keramaian khas pasar.
Dalam video “ One Day, Korea Came to Me”, Park Bo Gum mengajak penonton menelusuri Dongmyo Market di Seoul. Pasar ini bak museum terbuka: deretan kios menjajakan pakaian vintage, buku, perkakas, hingga barang antik yang tak ternilai. Suasananya ramai dan penuh warna, menjadikannya surga bagi kolektor maupun pemburu barang murah.
Destinasi berikutnya siap memanjakan mata dengan nuansa unik: Pulau Ungu Sinan. Dari rumah, jembatan, hingga pagar desa—semuanya bernuansa ungu. Keindahannya makin memukau saat musim semi, ketika festival lavender berlangsung dan warna ungu alami berpadu dengan cat bangunan. Untuk pencinta estetika dan foto Instagramable, tempat ini wajib masuk daftar kunjungan.
Perjalanan ditutup dengan destinasi klasik namun selalu menawan: Changdeokgung Palace dan taman rahasianya. Sebagai salah satu istana utama Dinasti Joseon, Changdeokgung adalah yang paling terawat di antara lima istana kerajaan. Secret Garden di bagian belakang istana dulu menjadi tempat peristirahatan keluarga kerajaan dan hingga kini dijaga sealami mungkin.
Traveler bisa menyusuri taman ini sambil mengenakan hanbok, pakaian tradisional Korea. Menjelajahi istana di musim panas maupun gugur akan terasa semakin berkesan—kombinasi sejarah, budaya, dan keindahan alam dalam satu pengalaman.
Melalui kampanye “ Never Ending Korea”, KTO ingin menunjukkan bahwa Korea punya cerita yang tak ada habisnya untuk dijelajahi. Dari sunrise di pantai timur, pasar rakyat yang hidup kembali, pulau penuh warna ungu, hingga taman rahasia kerajaan—semuanya memperlihatkan sisi lain Negeri Ginseng yang menunggu untuk dijelajahi.
Buat traveler Indonesia, musim panas dan gugur tahun ini bisa jadi waktu yang tepat untuk menjelajahi destinasi yang sudah diperlihatkan Park Bo Gum dalam kampanye ini. Karena pada akhirnya, setiap perjalanan ke Korea selalu menghadirkan kisah yang… never ending.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?