Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Pasar Takjil Benhil (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Sinar matahari masih terasa terik, jam di tangan pun masih menunjukkan pukul 14.30. Waktu untuk berbuka puasa masih lama, tapi jalanan di depan pasar Bendungan Hilir (Benhil) sudah macet tak karuan.
Bunyi klakson kendaraan bersaing dengan teriakan tukang parkir. Kerumunan terasa makin padat saat melintasi teras Benhil hingga ke depan gedung pasar yang direnovasi.
Namun keriuhan macam ini tetap asyik untuk dinikmati karena pemandangan tersebut hanya tercipta saat Ramadan tiba. Ya, Pasar Takjil Benhil memang tersohor sebagai pusat jajanan Ramadan murah.
Proses pembangunan pasar memang sedikit mempengaruhi jumlah stan pedagang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, kedatangan pengunjung akan langsung disambut dengan teriakan abang-abang penjual es buah.

Namun tahun ini, penjual es dan makanan ringan atau takjil terlihat lebih sedikit. Di bagian kiri depan terhampar berbagai kue basah dari mulai risoles, lemper, lumpia hingga gorengan aneka rupa, nampak sedang dikipas-kipas oleh penjualnya.
Bergeser ke arah dalam, seorang nenek penjual bubur kampiun tampak sibuk melayani pembeli. Tangannya yang keriput terampil menuang biji salak, bubur sumsum dan kolak pisang dalam plastik bening berukuran satu kiloan.
" Seporsi Rp15.000 ya neng nggak bisa kurang. Sewa stan mahal sekarang satu meja Rp3 juta," keluh Si Mbah seraya mengikat karet berwarna merah.

Sedangkan meja di depannya sibuk menawarkan aneka macam kue tradisional seperti lupis yang berbalut parutan kelapa, lemang bakar dan ketupat ketan.
Perubahan Pasar Takjil Benhil untuk tahun ini sepertinya lebih didominasi penjual makanan-makanan khas Sumatera. Mulai dari bubur Aceh hingga mpek-mpek palembang tersaji harum menggoda iman para pengunjung.
Sedangkan makanan yang selalu ada setiap tahun yaitu kuliner khas Minang. Hampir di seluruh sudut, pasti terlihat susunan baskom besar berisi kuah bersantan yang mengalahkan keberadaan gudeg atau asinan Betawi.

" Sini Uni, ayo dibeli semua rata-rata seporsi Rp15.000 saja sudah bisa bawa pulang balado cumi, udang ayo dipilih dipilih murah saja semua," teriak seorang pria ikal tak kalah heboh.
Di hadapannya tersaji nampan-nampan besar berisi cumi kering cabai hijau, bersanding dengan sayur rebung atau bambu muda yang dimasak santan. Sedangkan di sampingnya tumis daun pepaya bercampur teri terlihat makin memancing liur untuk menetes.
Eittsss tahan dulu, karena gurihnya ikan bakar bumbu merah juga menarik untuk diborong dibawa pulang. Bagaimana tidak, ikan nila, kakap dan gurame yang sudah dibelah lebar, dijepit dan dilumuri bumbu, dibakar dengan aroma yang khas.
" Kalau nila satunya Rp20 ribu, kakap Rp18 ribu dan gurame Rp45. Kalau mau minta diangetin lagi boleh kok," tawar penjualnya yang memakai kaos putih berkelir hijau.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?