Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Sejumlah perusahaan makanan dan obat dari Korea ikut memamerkan produk halal mereka di K-Food Fair yang digelar di Hotel Mulia, Senayan. Hal ini merupakan usaha mereka untuk mendapatkan sertifikat halal dari kedua lembaga yang berwenang di Indonesia.
Upaya ini pun disambut baik Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Bahkan pihak MUI telah bekerjasama dengan Korea Muslim Federation (KMF) dengan membuka sebuah kantor representatif di negara tersebut.
" Perusahaan Korea kalau mau mengajukan pendaftaran bisa ke kantor representatif itu dulu. Tapi kalau yang mau perpanjang harus ke kantor pusat yang ada di Jakarta," ungkap Lia Amalia, Director of Division Socialization and Promotion LPPOM MUI.
Beberapa perusahaan yang sudah yakin dijamin kehalalannya antara lain sari buah Harangfarm, Kwak Chun Gen. Kemudian ada perusahaan Kimchi yang diproduksi Chongga, buah-buahan segar dari Evergood dan beras instan dari Young Poong. Sedangkan dari obat-obatan terdapat perusahaan Dae Dong Korea Ginseng.
" Sementara ini kami akan menjual produk premium, dan tidak akan mengadopsi makanan-makanan Korea yang sudah beredar di Indonesia," imbuh Jae Su Kim, Presiden aT, Korea Agro Fisheries and Food Trade Corporation.
Lia juga menjelaskan untuk konsumen yang ingin mengecek halal tidaknya makan Korea yang beredar di pusat perbelanjaan dapat melakukan berbagai cara. Pertama dengan mengecek merek makanan atau nama perusahaan makanan di halalmui.org
Selanjutnya, masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan perangkat ponsel pintar, android dan blackberry. " Download dulu aplikasi pro halal, lalu scan saja barcode di bungkus makanan korea yang Anda ingin beli," tutur Lia pada Jumat, 16 Oktober 2015.
Sedangkan bagi pengguna Telkomsel dan Indosat, mereka juga dapat segera mengetahui kehalaln makanan Korea dengan mengirim SMS ke 9855.
" Ketik nama merek makanannya, nanti akan langsung mendapat balasan halal tidaknya," pungkas Lia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan