Pembukaan Pameran Mall To Mall 2016 (Foto:Sartika Septiana/Dream.co.id)
Dream - Pameran 'Mall to Mall 2016 Tematik Fashion Hijab & Accessoris' yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di 8 kota besar, berhasil menarik banyak pengunjung. Bahkan, penyelenggaraan di tujuh kota sebelumnya mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp1,3 miliar.
Kepala Subid Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Farid Chandra, menuturkan, acara tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih banyak menggunakan produk dalam negeri.
Farid juga berharap acara ini dapat menjadi jalan pembuka pasar dalam negeri agar menjadi lebih maju. Serta memiliki daya saing baik di tingkatan lokal maupun global.
Selain itu, pemerintah juga melihat masih kurangnya wadah untuk mempromosikan produk hijab dan barang-barang lokal. OLeh karena itulah sangat penting untuk mendorong penyelenggaran pameran ini.
" Dari 750 ribu pelaku usaha di Indonesia, sekitar 30 persen bergelut di bidang fashion hijab. Oleh sebab itu, Kemendag berupaya untuk membukakan pasar-pasar agar produk mereka semakin dikenal. Baik di Indonesia maupun di dunia," imbuh Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri, Noviani Virsvintati
Ke depan, Kemendag berencana untuk mendesain pasar modern diisi produk lokal hingga 80 persen. Sehingga memberikan banyak pilihan kepada masyarakat untuk semakin mencintai produk dalam negeri.
(Laporan: Sartika Septiana)
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah