Berbagi Pesan Kebaikan Khas Keluarga, Bisa Jalan-jalan Gratis

Reporter : Irma Suryani
Rabu, 2 Agustus 2017 06:44
Berbagi Pesan Kebaikan Khas Keluarga, Bisa Jalan-jalan Gratis
Dalam perayaan 95 tahun keberadaannya di Indonesia, Frisian Flag mengampanyekan 95 pesan kearifan keluarga.

Dream - Keluarga menjadi sumber pembelajaran pertama setiap anak. Di sinilah tempat pertama dibentuknya kepribadian seorang anak berdasarkan nilai-nilai dan norma kehidupan yang diajarkan secara langsung oleh guru abadi bernama ibu.

Tak heran jika generasi muda yang kuat secara fisik dan mental berasal dari keluarga baik yang menanamkan kearifan lokal khas Indonesia.

Menyadari pentingnya fenomena keluarga tersebut, Frisian Flag sebagai produk susu yang hadir sejak tahun 1922 di Indonesia, merasa dekat dan berkewajiban untuk terus menanamkan dan menyebarkan kearifan keluarga agar dapat menginspirasi keluarga lainnya di Indonesia.

Dalam perayaan 95 tahun keberadaannya di Indonesia, Frisian Flag mengampanyekan 95 pesan kearifan keluarga.

" 95 tahun itu bukan waktu yang cepat. Kita sudah turut ambil bagian menjadi tradisi sehat keluarga di tanah air," tutur Andrew F. Saputro, Coorporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, di Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Agustus 2017.

Tak sekadar berbagi pesan baik, 95 pesan kearifan keluarga terbaik akan dipilih dan ditampilkan dalam kemasan susu Frisian Flag. Sebagai apresiasi, perusahaan akan menyediakan hadiah 95 paket wisata.

" Semakin banyak pesan dibagikan, semakin banyak keluarga yang sehat. Pesan tersebut dapat diunggah di website kami," jelas Felicia Julian, Marketing Director Frisian Flag Indonesia.

Kampanye ini pun didukung oleh pasangan Alan Budikusuma dan Susi Susanti. Sebagai orang tua dari tiga orang anak, pasangan mantan atlet pebulutangkis ini selalu berusaha menyiapkan makanan bergizi, salah satunya susu, yang sangat dibutuhkan anak-anak saya.

Hal penting yang harus diperhatikan adalah menjaga attitude. " Meskipun anak-anak kami sekolah di sekolah internasional, tapi selalu diingatkan bahwa kita tetep orang Indonesia, orang timur, yang harus menjaga kesopanan," jelas Susi, mantan atlet badminton peraih medali emas.

Beri Komentar