5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Karpet Di Ruang Keluarga (Foto: Shutterstock)
Dream - Sentuhan karpet pada suasana ruangan begitu signifikan. Sayangnya, banyak yang tak menyadari hal tersebut dan membiarkan lantai kosong. Padahal sofa sudah ditaruh dengan tepat, begitu pun meja dan dekorasi lainnya.
Lantai yang dibiarkan terbuka bisa memunculkan efek dingin dan dan kaku dalam sebuah ruangan. Menaruh karpet yang tak terlalu besar adalah kunci untuk mendapatkan kesan hangat. Lalu, bagaimana memilih karpet yang tepat?
" Hal pertama yang harus dilakukan melakukan perhitungan. Ukur ruangan dan cari karpet yang ukurannya pas untuk ruangan tersebut. Tidak terlalu lebar atau terlalu kecil," ujar Ashley Bowen, seorangd desainer interior seperti dikutip dari MarthaStewart.
Ia juga merekomendasikan untuk membuat jarak karpet dan dinding 8 hingga 24 inchi. Semakin kecil ruangan, semakin kecil jaraknya. Jangan membuatnya menempel dinding karena akan memunculkan kesan sempit.
© Dream
Saat menata karpet di ruangan, cobalah untuk membayangkan membingkai ruangan tersebut. Hal ini akan berpengaruh pada penyesuaian penempatan furnitur. Misalnya, meja berada di tengah karpet, dengan sofa dan kursi mengelilinginya.
" Sangat penting untuk mencoba dan memastikan bahwa karpet memanjang dan seluruh furnitur ada di atasnya," kata Bowen.
Cara ini juga membuat karpet jadi tidak berantakan. Bobot furnitur akan menahannya agar tidak berpindah posisi dan jadi lebih rapi. Ruangan pun jadi lebih intim dan hangat.
© Dream
Dream - Karpet atau rug membuat sentuhan ajaib dalam sebuah ruangan. Bukan hanya sebagai alas untuk bersantai, karpet memiliki peran penting dalam menonjolkan kehangatan dan estetika.
Dari sisi material, ada banyak sekali jenis karpet. Tiap material memiliki kekhasan tekstur serta kelebihan dan kekurangan. Sahabat Dream ingin mengganti karpet di rumah?
Sebelum membeli, kenali dulu tekstur dan ketahanan tiap material karpet. Tentunya agar bisa memilih dengan tepat.
Nylon
Nylon adalah bahan karpet sintetis paling populer karena daya tahan dan fleksibilitasnya. Fleksibilitas dari nilon memungkinkan bahan untuk digunakan dalam berbagai gaya, mulai dari yang santai hingga yang mewah.
© Dream
Akrilik
Akrilik awalnya digunakan sebagai pengganti wol. Mampu memberi tampilan wol dengan biaya lebih rendah. Akrilik cukup tahan akan noda dan mudah dibersihkan, tahan luntur, dan tahan air. Sayangnya, warnanya mudah luntur karena keausan.
Poliester
Poliester sangat tahan noda dan pudar, dan lebih murah daripada jenis karpet sintetis lainnya. Jika memilih karpet poliester, pilihlah opsi yang tingkat kerapatan benang yang baik, serta bobot kepadatannya agar lebih tahan lama.
© Dream
Olefin
Olefin, juga dikenal sebagai polypropylene. Dibuat melalui proses pemasukan warna ke dalam serat. Hal ini membuatnya lebih tahan dari perubahan warna. Olefin adalah pilihan yang baik untuk area dengan mobilitas rendah.
Wol
Wol adalah bahan karpet alami yang paling umum digunakan. Kualitasnya juga sangat baik. Wol benar-benar alami, super lembut, tahan api, dan sangat baik dalam menyembunyikan kotoran. Wol yang berkualitas tinggi cukup elastis dan tahan lama, cocok untuk ruang keluarga yang banyak orang.
Sumber: Elle Decor
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
