Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Singapore Airlines (Shutterstock.com)
Dream - Dunia penerbangan perlahan mulai pulih di tengah pandemi Covid-19. Sejumlah maskapai mulai membuka kembali rute penerbangannya secara bertahap.
Salah satunya adalah Singapore Airlines (SIA). Maskapai berbasis di Singapura ini membuka kembali rute Singapore-New York, yang merupakan terpanjang di dunia.
Pesawat SIA mulai terbang dari Bandara Internasional Changi menuju Bandara Internasional John F Kennedy pada 9 November 2020. Penerbangan akan berjalan secara non-stop dan melintasi sejumlah benua.
" Mengoperasikan penerbangan antara Singapura dan Bandara Internasional JFK New York ini merupakan langkah penting dalam membangun kembali jaringan global kami," ujar Executive Vice President Commercial Singapore Airlines, Lee Lik Hsin, melalui keterangan tertulis diterima Dream.
Maskapai ini akan mengoperasikan pesawat Airbus A350-900 pada rute tersebut. Pesawat ini memiliki kapasitas 42 kursi Kelas Bisnis, 24 Kelas Premium Ekonomi, dan 187 kursi Kelas Ekonomi.
" Layanan non-stop yang sangat panjang adalah landasan utama pelayanan kami untuk pasar penting di AS. Kami akan terus meningkatkan layanan yang ada dan memulihkan rute lain seiring dengan kembalinya permintaan untuk layanan penumpang dan kargo," kata Lee.
Saat ini, SIA masih mengoperasikan layanan non-stop ke Los Angeles dan akan terus meninjau kembali operasinya ke Amerika Serikat. Selain itu juga terus mengkaji peningkatan permintaan untuk perjalanan udara di tengah pemulihan dari pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung.
" Pentingnya perjalanan udara tetap tidak berubah meski terjadi pandemi. Perjalanan udara dapat menjembatani jarak yang jauh, dan secara fisik menyatukan keluarga dan teman, mendukung perjalanan bisnis dan liburan, dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," ucap Lee.
Mulai 9 November 2020, rute Singapura-New York dilayani SQ24 tiga kali dalam sepekan. Sedangkan untuk rute New York-Singapura dilayani SQ23 mulai 11 November 2020 tiga kali dalam sepekan.
Berikut rincian jadwal penerbangan SIA rute Singapura-New York.
- SQ 24 melayani rute Singapura-New York setiap Senin, Rabu, Sabtu. Berangkat dari Bandara Changi pukul 02.25 Waktu Singapura dan tiba pukul 07.30 Waktu Amerika Serikat. Lama penerbangan 18 jam 5 menit.
- SQ 23 melayani rute New York-Singapura setiap Senin, Rabu, Jumat. Berangkat dari Bandara JFK pukul 22.30 Waktu AS dan tiba di Bandara Changi pukul 06.10 Waktu Singapura. Lama penerbangan 18 jam 40 menit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang