Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Ilmuwan dari Southampton University telah menemukan bukti bahwa kesadaran seseorang masih melekat selama setidaknya beberapa menit setelah dinyatakan meninggal secara klinis. Penemuan ini sebelumnya dianggap sebagai hal yang mustahil.
Kematian adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Namun baru-baru ini, para peneliti yakin bahwa mereka telah menemukan bahwa tanda-tanda kesadaran mungkin masih berlangsung meskipun otak manusia sudah berhenti bekerja sama sekali.
Studi tentang sakaratul maut dan nyawa terpisah dari raga merupakan subyek yang kontroversial hingga akhirnya dianggap hal yang tidak mungkin.
Namun ilmuwan di Southampton University selama empat tahun telah melakukan kajian terhadap sekitar 2.000 pasien yang mengalami serangan jantung di 15 rumah sakit di Inggris, Amerika dan Austria.
Hasilnya, para ilmuwan menyatakan bahwa 40 persen pasien yang selamat mengatakan telah mengalami semacam 'kesadaran' selama mereka dinyatakan meninggal sebelum akhirnya jantung berdetak kembali.
Salah seorang pasien bahkan ingat dia meninggalkan tubuhnya selama kurang lebih tiga menit. Saat 'meninggal' itu, pasien dari Southampton ini bisa melihat tubuhnya, staf rumah sakit dan mendengar suara dari alat-alat yang digunakan untuk memeriksanya.
"Kita tahu bahwa otak tidak akan berfungsi saat jantung berhenti berdetak," kata Sam Parnia, periset Southampton University yang memimpin studi.
"Namun dalam kasus ini, kesadaran utuh terbukti masih berlangsung hingga tiga menit sampai jantung berdetak kembali. Meskipun otak biasanya tidak bekerja dalam waktu 20-30 detik setelah jantung berhenti berdetak."
"Pasien 58 tahun asal Southampton itu bahkan mampu mendeskripsikan kejadian dalam ruang operasi. Namun yang terpenting, dia mendengar dua kali suara 'blip' dari mesin monitor jantung selang tiga menit. Jadi kami bisa mencatat berapa lama dia 'meninggal'."
Pengalaman berbeda
Dari 2.060 pasien jantung yang diteliti, 330 pasien berhasil selamat dan 140 pasien mampu menceritakan kembali pengalamannya selama 'meninggal'.
Meski kebanyakan tidak bisa menceritakan kembali secara detail, namun beberapa bisa merasakan sesuatu.
Satu dari lima pasien mengaku merasakan kedamaian yang tidak biasa sementara hampir sepertiganya mengaku waktu berjalan sangat lambat atau cepat.
Beberapa mengaku melihat sinar yang amat terang, cahaya berwarna emas dan matahari bersinar. Yang lain merasa ketakutan atau tenggelam atau ditarik ke dalam air yang dalam.
Tiga belas persen mengatakan mereka merasa terpisah dari tubuhnya dan sisanya merasa panca inderanya bertambah tajam.
Parnia yakin lebih banyak orang mungkin memiliki pengalaman berbeda ketika mereka dekat dengan kematian. Tetapi obat-obatan atau obat penenang yang digunakan dalam proses pembangkitan kembali mungkin menjadi penyebab mereka kurang bisa mengingat lagi.
David Wilde, seorang psikolog penelitian di Nottingham Trent University, saat ini tengah mengumpulkan data tentang pengalaman terpisah dari tubuh dalam upaya untuk menemukan pola yang menghubungkan setiap kejadian.
Ia berharap penelitian terbarunya akan mendorong studi baru ke dalam topik yang lebih kontroversial.
(Sumber: Telegraph)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
