Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Pakar Menyarankan Pemenuhan Gizi Baik Pada Anak Selama 1000 Hari Perlu Dilakukan. (Foto: Dream.co.id/Rahma Yultus)
Dream – Masalah malnutrisi, termasuk stunting, hingga kini masih menjadi tantangan bagi anak-anak di dunia. Sektar 162 juta anak berusia di bawah 5 tahun di seluruh dunia mengalami stunting dan 8,9 jutanya di antaranya adalah anak Indonesia.
Anak yang seharusnya bisa menjadi generasi penerus bangsa justru mengalami gagal tumbuh (faltering growth).
Kondisi ini berujung pada malnutrisi akibat buruknya asupan nutrisi selama 2 tahun pertama kehidupan. Masalah ini harus ditangani dengan serius karena mempengaruhi kualitas hidup anak dan kondisi bangsa.
Sekadar informasi, faltering growth merupakan kondisi dimana anak mulai menunjukkan penurunan pertumbuhan. Dalam skala pengukuran " X" , biasanya ditunjukkan dengan sebanyak 2 poin, atau tidak tumbuh.
Jika tidak segera dilakukan intervensi, faltering growth akan berujung pada kondisi malnutrisi (gizi kurang, gizi buruk), hingga berujung pada kondisi stunting. Kondisi ini sendiri bersifat tidak bisa kembali (irreversible), sehingga pertumbuhan fisik dan kemampuan kognitif anak terganggu.
© Dream
Head of MRC International Nutrition Group & Nutrition Theme Lead of London School of Hygiene & Tropical Medicine, Andrew Prentice, mengatakan kasus malnutrisi pada balita merupakan refleksi masa depan bangsa.
“ Karena prosesnya yang kompleks, pendekatan yang memadai, sanitasi, hingga edukasi tenaga kesehatan penting untuk dilakukan,” kata Andrew di Jakarta, ditulis Jumat 13 September 2018.
Andrew mengatakan masalah malnutrisi juga dipengaruhi oleh masalah kebersihan, sanitasi, dan akses air bersih. Hal ini berpengaruh pula untuk kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak.
“ Anak usia di bawah dua tahun rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit,” imbuhnya.
Jika sudah terjadi indikasi faltering growth, Andrew mengatakan anak harus segera mendapatkan pertolongan berupa asupan nutrisi khusus yang tinggi akan protein hewani dan kalori. Hal ini dilakukan guna mengejar ketertinggalan pertumbuhan fisik sekaligus kemampuan kognitifnya.
© Dream
Dokter Anak Subspesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada Anak, Damayanti R. Sjari, menambahkan pola makan yang sehat dan seimbang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak yang optimal. Waktu terbaik pemberian nutrisi pada anak adalah masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“ Melakukan pemantauan rutin pertumbuhan anak di posyandu merupakan upaya yang sangat strategis untuk memantau status gizi dan mendeteksi dini terjadinya gangguan pertumbuhan,” ujar dia.
© Dream
Damayanti mengatakan malnutrisi merupakan permasalahan multidimensional. Perlu ada kerjasama yang lebih baik antara lembaga pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat akademisi, hingga sektor swasta untuk mengatasinya.
" Dengan adanya keterlibatan berbagai sektor dan pemangku kebijakan untuk bekerjasama diharapkan dapat mempercepat penurunan prevalensi stunting dan bentuk-bentuk kurang gizi lainnya di Indonesia,” kata Damayanti.
(Laporan: Rahma Yulius)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha