5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Kran Tembaga (Foto: Shutterstock)
Dream - Gagang pintu, kran air dan perabot di rumah yang selalu dipegang kini harus dibersihkan secara teratur. Virus Covid-19 bisa bertahan di permukaan dan mengkontaminasi orang yang menyentuhnya.
Muncul tren perabot dengan bahan tembaga dan kini jadi incaran banyak orang. Mengapa? Rupanya tembaga dan paduan tembaga seperti kuningan, perunggu, dan tembaga-nikel, telah lama dikenal memiliki manfaat kesehatan.
Logam-logam tersebut sebenarnya secara alami bersifat antimikroba. Beberapa penelitian bahkan telah menunjukkan bahwa tembaga membunuh virus tertentu saat bersentuhan. Artinya tembaga tidak dapat ditransfer ke orang berikutnya yang menyentuh permukaan berbahan tembaga.
Jenis transmisi kontak ini dianggap sebagai salah satu cara penyebaran virus corona baru dengan sangat cepat. " Kami telah melihat virus meledak begitu saja [pada tembaga. Virus mendarat di atas tembaga dan itu akan menurunkan kualitasnya," kata Bill Keevil, profesor perawatan lingkungan di Universitas Southampton, dikutip dari Dwell.
Apakah ini berarti kita semua harus segera mengganti perangkat keras kita dengan kuningan yang sedang tren? Ternyata tak semudah itu.
© Lampu tembaga/ shutterstock
Menurut American Society for Microbiology, penelitian menetapkan sifat antimikroba permukaan tembaga, dan EPA (Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat) telah mendaftarkan hampir 300 permukaan tembaga yang berbeda sebagai antimikroba.
" Sejumlah virus dan bakteri bisa mati setelah terpapar tembaga yang ditunjukkan oleh penelitian, termasuk MRSA, Staph, Influenza A dan E-Coli. Namun, lamanya waktu yang diperlukan untuk menjadi efektif sangat bervariasi, dari 30 detik hingga beberapa jam," ungkap Keevil.
Keevil lebih menekankan pada penggunaan di rumah sakit, day care atau panti jompo, di mana banyak orang yang rentan tertular penyakit dan bisa membahayakan nyawa mereka. Untuk penggunaan di rumah, bisa juga tapi pembersihan secara teratur tetap dilakukan.
Demi mendapatkan aspek artistik, cari perabot tembaga yang berwarna apik, seperti emas, rose gold atau kekuningan yang berdesain modern. Padukan juga dengan perabot di sekitarnya agar tampilan tak terlihat kaku.
© Dream
Dream - Merebaknya virus Covid-19 di Indonesia, membuat kita harus ekstra dalam melakukan bersih-bersih rumah. Bukan hanya sekadar menyingkirkan debu, tapi juga melakukan disinfektan agar virus dan bakteri berbahaya tak berkembang biak di rumah.
Banyak cara untuk melakukan disinfektan yang bisa dilakukan sendiri. Salah satunya adalah dengan menggunakan formula bleaching atau pemutih yang biasa digunakan untuk membersihkan pakaian.
Campur dengan air lalu semprotkan ke perabot yang ingin didisinfektan. Mudah, bukan? Nah, agar pembersihan dengan larutan disinfektan efektif, ada dua hal yang perlu dihindari. Apa saja?
© Dream
Setelah menyemprotkan cairan disinfektan, jangan langsung dilap. Biarkan dulu selama sekitar lima menit agar formula aktifnya bisa membunuh virus dan kuman. Beberapa produk biasanya memiliki petunjuk sendiri.
Jika menggunakan produk tertentu, selalu baca panduan pemakaiannya. Dengan mendiamkannya selama beberapa menit akan membuat proses disinfektan jadi lebih efektif.
© Dream
Sebagian besar disinfektan tidak memberikan perlindungan yang terus menerus. Virus dan kuman bisa datang dari mana saja, bahkan melalui angin yang berhembus ke dalam rumah. Permukaan yang didisinfektan bebas kuman sampai disentuh lagi (baik dengan tangan, terkena cairan kotor atau partikel udara).
Untuk itu sebaiknya lakukan disinfektan pada barang yang sering disentuh saja. Seperti ponsel, gagang pintu, meja dapur, remote televisi, kunci rumah. Pastikan juga rutin cuci tangan pakai sabun setelah memegang sesuatu. Ini akan sangat mengurangi kontaminasi virus dan kuman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?