5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream – Perubahan fisik yang dialami ibu begitu drastis saat hamil. Belum lagi fluktuasi hormon yang membuat ibu jadi lebih sensitif. Kehamilan memang sangat mengubah seorang perempuan.
Pertama kali mengandung, ibu cenderung mudah sekali khawatir. Setiap hal diperhatikan, karena tak ingin terjadi hal buruk pada kehamilan.
Pada kehamilan kedua dan seterusnya, ibu biasanya lebih santai karena sudah mempunyai pengalaman sebelumnya.
Kendati demikian, terdapat perbedaan antara kehamilan pertama dan kedua. Penasaran perbedaannya apa saja?
© shutterstock.com
Sadar atau tidak, di kehamilan kedua perut ibu akan terlihat membuncit lebih cepat dari kehamilan sebelumnya. Ini bukan berarti si kecil tumbuh lebih cepat atau lebih besar dari sebelumnya.
Kondisi tersebut disebabkan otot-otot perut yang sudah jauh lebih longgar dibanding saat kehamilan pertama. Sehingga, perut yang membuncit terlihat lebih cepat.
© pixabay.com
Hampir semua ibua ketika kehamilan pertama cenderung hati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman apa pun.
Berbeda cerita jika Bunda sedang mengandung anak kedua atau seterusnya. Meskipun tetap berhati-hati namun cenderung sudah tahu mana makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi dan mana yang tidak.
© pixabay.com
Sebagian besar ibu hamil tentu pernah mengalami rasa nyeri. Tidak hanya di kehamilan pertama, justru di kehamilan kedua, nyeri tersebut akan semakin dirasakan.
Sebagian besar ibu hamil akan berpikir jika itu berkaitan dengan kegiatan sehari-hari yang semakin banyak. Terutama jika harus mengurus dan merawat si sulung di rumah. Hal ini biasanya juga berkaitan dengan usia ibu.
© pixabay.com
Kehamilan pertama memang menjadi momen yang paling dinantikan oleh pasangan suami istri. Tidak mengherankan, setiap momen akan sangat dinikmati.
Saat mengandung anak kedua dan seterusnya, cenderung tak terlalu detail terkait momen-momen kehamilan tersebut. Ibu lebih menikmati kehamilan secara santai.
© pixabay.com
Pada kehamilan pertama, ibu akan mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli segala perlengkapan selama kehamilan. Baik itu make up, skincare ataupun pakaian khusus ibu hamil.
Nah, di kehamilan kedua ini ibu jadi lebih santai. Setelah memiliki pengalaman di kehamilan sebelumnya, Bunda jauh lebih bisa menentukan apa yang nyaman untuk dikenakannya.
© pixabay.com
Sadar atau tidak, di kehamilan pertama ibu akan menjadi pribadi yang lebih emosional. Tidak hanya suka marah saja, namun semakin sensitif.
Kabar baiknya, di kehamilan kedua dan seterusnya level emosional lebih rendah dari sebelumnya. Kondisi ini dikaitkan kedewasaan dan kemampuan mengontrol diri. Ayah juga bisa lebih bisa menghadapi emosi dan perubahan sikap ibu saat hamil. (mut)
(Sumber: Boldsky)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
