Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Perdebatan selalu saja memenuhi rumah hampir setiap hari. Bisa jadi dimulai ketika ibu membangunkan anak-anaknya untuk sekolah, tapi sang anak 'menawar' untuk tidur beberapa menit lagi.
Perdebatan ini kadang berlanjut saat sarapan. Si anak yang masih belum bernafsu untuk makan diminta menghabiskan menu yang sudah dibuat. Hal-hal kecil yang mengundang perdebatan dan adu argumen ini jika dihitung ternyata sangat memakan waktu.
Sebuah survei yang dilakukan Capri-Sun menemukan rata-rata keluarga berdebat enam kali sehari. Dikutip dari laman Independent, rata-rata satu kali berdebat menghabiskan waktu sekitar delapan menit atau total dalam sehari sekitar 48 menit.
Dalam seminggu perdebatan terjadi 42 kali dan sebulan sekitar 182 kali. Bila ditotal, dalam setahun rata-rata keluarga berdebat sekitar 2.184 kali. Lalu, apa hal yang sering jadi bahan perdebatan?
Survei yang melibatkan 2.000 orangtua yang memiliki anak 12 tahun ini mengungkap perdebatan paling sering soal makanan dan minuman. Biasanya topik yang menjadi perdebatan ketika anak tidak mau makan semua makanan yang ada di piring mereka.
Hal lain yang sering memicu orangtua adu argumen dengan anak adalah ketika anak malas merapikan tempat tidur. Selain itu, ketika anak tidak mau tidur dan malas menggosok gigi.
Ada 6 dari 10 orangtua mengakui mereka sering berkompromi demi menjaga perdamaian rumah tangga. Kompromi dengan anak-anak adalah cara terbaik untuk membuat semua orang bahagia.
"Banyak orang tua percaya bahwa mencapai kompromi dengan anak-anak mereka adalah cara terbaik untuk membuat semua orang bahagia," kata juru bicara Capri-Sun.
Saat adu argumen, sebagian besar orangtua akan memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan hal yang mereka sukai. Sebagian besar orang tua juga akan memberi hadiah bila anak disiplin.
Laporan Nita Utami/ Liputan6.com
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari