Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber Foto Amrikh
Dream - Komedian Budi Prihatin atau yang lebih dikenal dengan Budi Anduk telah meninggal dunia kemarin, Senin, 11 Januari 2016 karena menderita kanker paru-paru stadium 4. Istalansi perawatan Intensif Ruangan HCU lantai tiga, Rumah sakit Dharmais, Jakarta Barat menjadi saksi bisu kala Budi menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 14.45 WIB.
Walaupun kondisi kesehatannya sudah parah, Jaelani Sukandar, sang Kakak menuturkan mendiang Budi tetap tidak mengeluh dan berusaha santai menerimanya.
" Hari Sabtu (9 Januari 2016) sudah kita paksa, sama saya tapi enggak mempan. Dia cuma bilang, oke coy, oke coy, santai aja," kata Jaelani menirukan kata mendiang Budi Anduk saat ditemui di rumah duka, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi.
Sebelum menjalani perawatan intensif di Dharmais, Budi sebetulnya pernah dilarikan ke Rumah Sakit Cirebon paska lebaran. Jaelani mengatakan saat itu Budi sudah divonis positif mengidap penyakit kanker paru-paru.
" Dia ada keluhan napas kemudian dibawa ke RS Cirebon. Di sana diperiksa ada keterangan kanker dari dokter. Sudah ada cairan di paru-parunya dan dilakukan penyedotan," ujar Pria berusia 53 tahun ini
Sekembalinya ke rumah di Jatiwaringin, ternyata kondisi adiknya itu kondisinya belum pulih.
" Pulang tapi ternyata kondisinya masih sama, dibawa ke Rumah Sakit Pasar Rebo. Disedot lagi, kita ambil keputusan di bawa ke Dharmais. Di sana kembali disedot juga," kata Jaelani.
Saat di rumah, kondisi kesehatan Budi kembali menurun sehingga Jaelani dan keluarga mengajaknya untuk segera dilakukan penanganan di rumah sakit Dharmais.
Budi sempat becanda sampai akhirnya ia tidak sadarkan diri dan meninggal. Jaelani pun memohon doa untuk almarhum sang adik, " Mohon doa dan dimaafkan kesalahan-kesalahannya," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya