Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Main Piano (Foto: Shutterstock)
Dream - Menghabiskan waktu di rumah seperti sekarang, saatnya mengajarkan anak untuk bermain musik. Bukan hanya menyenangkan, aktivitas ini juga bisa membantu meningkatkan kecerdasan anak.
Hal tersebut karena musik dapat memengaruhi struktur fungsi otak, yang mengontrol pendengaran, memori, dan suara. Inilah yang membuat otak lebih aktif.
" Mempelajari alat musik memiliki banyak manfaat, seperti kecerdasaan intelektual, bahkan manfaatnya akan terasa sampai dewasa," ujat Psikolog Universitas of Zurich, Swiss, Lutz Janke, dilansir dari Telegraph.
Berikut sederat alat musik yang bisa diajarkan kepada anak-anak untuk meningkatkan kecerdasaannya.
© Dream
Piano dapat membuat anak belajar displin dan memiliki perencanaan hidup yang baik. Tak hanya itu, anak akan lebih memperhatikan segala hal secara detail. Serta meningktakan performa akademis.
© Dream
Anak-anak bisa bermain gitar mulai dari usia 7 tahun. Manfaat bermain gitar ialah dapat melatih konsetrasi karena anak harus fokus memetik senar dan membaca notasi musik. Meningkatkan fungsi otak, membuat anak dapat berpikir positif, membuat anak tidak mudah rewel.
© Dream
Alat musik ini bisa meningkatkan kecerdasan emosional anak, memupuk rasa percaya diri, memiliki kepekaan sosial lebih baik dan melatih disiplin serta rasa sabar dari notasi-notasi lagu yang terdengar harmonis.
© Dream
Drum, dapat membantu anak-anak untuk melakukan lebih baik dalam ejaan atau proyek sains mereka. Serta perkembangan " sosial-emosional" , yang mencakup pengalaman, ekspresi, dan pengelolaan emosi anak, serta kemampuan untuk membangun hubungan yang positif dengan orang lain.
Kenalkan dunia musik kepada anak ketika baru lahir seperti mendengarkan aneka bunyi-bunyian. Di usia 3 tahun ke atas mulailah mengenalkannya dengan melodi, irama, serta beragam jenis alat musik yang sederhana.
Ketika anak berusia 6-9 tahun, barulah diberikan alat musik sungguhan dan mulai memberikan materi seni musik yang lebih spesifik sesuai dengan minatnya.
Laporan Anisha Saktian Putri/ Sumber: Fimela
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha