Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Sumber: Istimewa
Dream - Saat ini kamera merupakan komponen paling penting di sebuah smartphone, bahkan menjadi pertimbangan utama saat orang hendak membelinya. Terlebih lagi bagi pecinta fotografi dan pekerja kreatif.
Namun, kekurangan saat mengambil gambar menggunakan smartphone adalah kurangnya kualitas foto jika di kondisi minim pencahayaan atau malam hari. Namun, Samsung berhasil mematahkan stigma tersebut dengan teknologi Nightography di produknya.
Dengan Nightography, pengguna Galaxy S23 Series 5G bisa menikmati hasil gambar yang lebih cerah dan tajam, bahkan dalam kondisi low light, tanpa noise dan blur.

Head of Computational Camera Part at Samsung Research America (SRA), John Seok-Jun Lee mengatakan, dengan teknologi tersebut, kamera akan mengambil beberapa gambar dengan tingkat kecerahan yang berbeda.
Kemudian, dengan Teknologi Multi-frame Processing (MFP) akan menggabungkan gambar-gambar tersebut untuk menghasilkan gambar yang lebih tajam dan vivid dalam segala situasi dan kondisi.
" Teknologi ini menggunakan analisis yang rumit untuk menentukan titik pengaturan yang tepat dan menganalisis setiap piksel dengan ISP yang ditenagai AI untuk meningkatkan warna, detil, dan tone foto yang pada akhirnya dapat menghasilkan foto malam yang epic," ujar John Seok-Jun Lee.

Sementara itu, Head of AI Computational Imaging Part at Samsung R&D Institute India-Bangalore (SRI-B), Narasimha menjelaskan, Nightography mengambil dan memproses banyak gambar, tetapi hanya memilih gambar yang jelas dan tidak mengandung kecacatan seperti blur.
“ Tim SRI-B mengembangkan teknologi pipa-pemrosesan yang heterogen dengan menggunakan semua unit pemrosesan yang tersedia pada CPU, NPU, dan GPU untuk memastikan bahwa teknologi MFP dapat bekerja dengan cepat sehingga pengguna akan mendapatkan pengalaman yang baik setiap kali mengambil foto," terang Narasimha.

Bagi Samsung, kolaborasi yang berpusat pada pemanfaatan teknologi terkini adalah kunci untuk menciptakan inovasi secara berkelanjutan.
Karena itu, Samsung akan terus meningkatkan sinergi lintas tim untuk explore lebih banyak potensi inovasi kamera smartphone. Khususnya dalam membuat konten di malam hari, resolusi kamera yang lebih tinggi hingga optimalisasi Expert Raw dengan Nightography
Adapun konsumen dapat memiliki Galaxy S23 Ultra 5G yang dilengkapi teknologi Nightography ini mulai dari harga Rp19,9 juta.
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A