Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kementerian Perdagangan dan Investasi Arab Saudi terus melakukan kampanye di Mekkah untuk memberhentikan penjualan suvenir Kabah, Maqam Ibrahim dan Masjidil Haram dengan alasan untuk melestarikan kesuciannya. Toko-toko pun telah diberitahu melalui tur inspeksi. Menurut seorang sumber, suvenir dan barang antik yang berkaitan situs-situs suci disita dan toko-toko yang melanggar diberitahu tentang konsekuensi tindakan untuk menjaga kesucian tempat-tempat ini.
Banyak dari perusahaan komersial yang berbasis di pusat telah bekerja sama dengan pabrik-pabrik internasional untuk menjual suvenir Kabah dan Maqam Ibrahim karena dirasa menguntungkan. Para ekonom percaya bahwa sektor barang antik dan suvenir Mekkah serta Madinah akan menciptakan kesempatan kerja bagi pria dan wanita di bidang manufaktur berskala besar.
Namun Ali Al-Twaim, seorang profesor yurisprudensi Islam mengatakan kepada Arab News bahwa menjual suvenir yang berisi gambar Kabah dan Masjid Suci merupakan penghinaan terhadap kesuciannya dan merupakan praktik yang salah.
Dia menekankan bahwa cenderamata ini harus memperhitungkan kesucian dan kehormatan yang diberikan Tuhan kepada tempat-tempat ini, selain fakta bahwa mereka ditempatkan di tempat yang tidak tepat. " Banyak suvenir ini tidak mencerminkan tingkat keterikatan dan kasih sayang. Ada beberapa jamaah haji dan umrah, dan pengunjung yang sangat menyukai apapun yang dijual di Mekkah, belum lagi jika itu seperti Kabah, Maqam Ibrahim, atau Al-Haram Al-Makki," kata Al-Twaim.
Dari sisi ekonomi, Abdel Moneim Bukhari, pemilik Al-Meawiah Establishment for Antiques and Gifts meyakini, suvenir replika-replika ini aka disimpang oleh para pengunjung dan tetap menjadi penghubung yang " mengikat" mereka dengan tempat yang mereka hormati. Bukhari mengatakan bahwa jamaah haji dan umrah, seperti semua wisatawan di seluruh dunia, ingin membawa cenderamata atau suvenir yang mengingatkan mereka pada Mekkah.
Dia mengatakan bahwa barang-barang ini memiliki dampak ekonomi positif terhadap PDB. " Banyak produk industri diimpor dari beberapa negara seperti China, India, Taiwan dan Pakistan, yang jauh dari pabrik khusus di Mekkah. Mereka harus berkualitas tinggi dan berstandar rasa hormat, kata Bukhari. Dia mengatakan bahwa apapun dari Mekkah harus dibuat di Mekkah agar mendukung ekonomi lewat haji dan umrah. " Salah satu pilar Visi 2030 termasuk meningkatkan jumlah jamaah haji dan umrah sampai 30 juta pada tahun 2030."
(Sumber: Arab News)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun