Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Pameran Terkait Sejarah Penyakit Menular Resmi Dibuka (Sumber: Rijksmuseum Boerhaave)
Dream - Setelah sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, pameran penyakit menular akhirnya resmi berlangsung di Leiden, Belanda.
Pameran yang dibuka langsung oleh Raja Belanda, Willem Alexander, menyajikan berbagai benda yang menjelaskan sejarah beragam penyakit menular yang pernah terjadi di dunia.
Pengunjung yang hadir dapat menjelajahi sejarah penyakit, melihat bagaimana orang menghadapi epidemi dan penyakit seperti wabah pes, cacar dan AIDS, sambil mencari tahu penelitian ilmiah yang telah dilakukan oleh para ahli.
© Gambaran pasien yang tertular wabah di abad ke 17 (Sumber: Rijksmuseum Boerhaave)
Proyek yang semula dijadwalkan dibuka pada Maret ini menawarkan pameran objek ilmiah dan juga karya seni.
Pengunjung dapat melihat pakaian dokter yang terbuat dari sutra mentah telah diwarnai dengan kulit kenari dan dihiasi dengan sulaman pada abad ke 17. Pakaian tersebut bahkan telah diresapi dengan DNA bakteri wabah.
Selain itu, para pengunjung juga akan menemukan setelan pakaian yang lebih modern dengan penutup wajah.
Selain pakaian, ada barang lain yang tak kalah keren yang bisa ditemukan. Seperti mainan perak anak yang dipercaya kebal dari penyakit, hingga cetakan lilin wajah untuk mendiagnosa gejala dari wabah yang terjadi di masa lalu.
© Mainan perak yang dipercaya lindungi dari wabah (Sumber : Rijksmuseum Boerhaave
Tak ketinggalan, pameran ini juga menceritakan sejarah munculnya virus corona Covid-19 yang menyebar di seluruh dunia.
Direktur museum Amito Haarhuis mengatakan waktu pameran dan pandemi adalah suatu kebetulan yang menggarisbawahi pentingnya masalah ini.
“ Walaupun pameran ini telah dijadwalkan untuk beberapa waktu, pameran ini menjadi lebih relevan dari yang kita bayangkan. Wabah penyakit menular selalu dan masih menjadi bahaya yang mengintai. Kami berharap pameran ini akan membantu pengunjung lebih sadar akan pentingnya ilmu pengetahuan untuk kehidupan, ”katanya.
Sumber Lonely Planet
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun