Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pel Lantai/ Shutterstock
Dream - Lantai yang kotor dan berminyak pasti tak nyaman saat diinjak. Terutama di area kamar tidur dan ruang keluarga.
Bagi Sahabat Dream yang harus mengepel lantai, pastikan membersihkannya dengan benar. Seringkali, setelah dipel lantai malah tampak buram, muncul aroma tak sedap atau nodanya tak terangkat maksimal. Hal ini pastinya sangat menyebalkan.
Untuk itu, hindari melakukan hal berikut agar hasil pel lantai optimal dan tak malah bikin makin kotor.
1. Lantai tak disapu lebih dulu
Hindari mengepel lantai sebelum disapu. Banyak debu kasar, serpihan kotoran yang jika tak disapu dan langsung dipel hanya akan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Lantai pun tak kunjung bersih. Terutama rontokan rambut yang sulit terangkat dengan pel.
Sapu dulu lantai untuk menyingkirkan debu halus dan kasar. Setelah itu baru pel lantai agar bersihnya maksimal.
2. Mengepel Lantai ke Arah Depan
Kesalahan yang kedua dan sering tidak kita sadari adalah mengepel ke arah depan. Sebaiknya mengepel ke arah belakang dan berjalan mundur saat mengepel. Hal ini dilakukan agar kaki tidak menginjak kembal lantai yang sudah dipel.
3. Tidak Mengganti Air Pel
Kesalahan berikutnya yang sering terjadi adalah yang tidak mengganti air pel yang sudah kotor. Saat malas-malasan mengganti air pel akan membuat kotoran dari alat pel menjadi tersebar ke berbagai tempat. Apalagi membiarkan air pel sampai berwarna cokelat keruh.
Ganti air pel setidaknya setiap 2 kali bilasan pel. Dengan demikian, kotoran pada alat pel tidak akan menyebar ke ruangan lainnya. Gunakan juga cairan disinfektan agar kuman dan bakteri di lantai mati.
Selengkapnya baca di Diadona.id.
© Dream
Dream - Salah satu area rumah yang seringkali luput dari perhatian dan jarang dirawat adalah lantai. Padahal setiap hari lantai mendapat tekanan dan gesekan yang membuatnya bisa rusak dengan mudah.
Bukan hanya sekadar dipel, lantai juga butuh perawatan khusus. Hal ini juga harus disesuaikan dengan materialnya. Berikut beberapa panduan merawat lantai agar tahan lama.
1. Ubin Keramik
Pilihan ubin keramik memang paling banyak digunakan karena perawatannya terbilang praktis. Dari segi tampilan pun ubin keramik juga tergolong elegan dan berkelas. Selain itu, cara membersihkannya juga tak membuat kebanyakan ibu-ibu kerepotan.
Perlu diperhatikan bahwa kita perlu menyikat bagian sambungan atau net keramik. Bagian ini merupakan yang paling mudah terkena kotoran hingga ditumbuhi jamur. Jadi, pastikan dalam kurun waktu tertentu rutin untuk menyikatnya.
© Dream
Untuk tampilan lantai rumah yang mewah dan berkelas, material batu alam memang sering jadi pilihan. Lantaran sifat material ini yang berpori membuat kita harus ekstra untuk merawatnya.
Pastikan material lantai dari batu alam baik granit atau marmer ini bebas dari genangan air. Jika tidak sengaja terkena tumpahan air, maka sesegera mungkin agar mengeringkannya dengan kain pel. Tak hanya itu, lakukan coating berkala pada material batu alam ini untuk memberikan perlindungan tambahan pada lantai.
© Dream
Bila ingin membuat nuansa hangat dan homey, maka pilihan yang sangat tepat adalah dengan menggunakan bahan material lantai parket kayu ini. Sama halnya dengan material batu alam, parket kayu juga rentan terhadap genangan air.
Air akan membuat matrerial parket kayu mudah rapuh, sehingga kalau tidak segera dibersihkan saat terkena noda atau air akan membuat lantai cepat mengalami kerusakan. Saat mengepel lantai, pastikan menggunakan kain pel yang lembap dan tidak terlalu basah.
Lantai parket juga rentan terhadap permukaan yang tajam karena mudah tergores. Oleh karena itu, baiknya Moms memberikan karet pelindung tambahan pada semua perabot dan hindari memindahkan perabot dengan cara diseret atau didorong, melainkan diangkat, untuk menghindari lantai rumah tergores dan rusak.
4. Vinyl
Material vinyl memiliki tampilam hampir serupa dengan parket. Vinyl diketahui memiliki daya tahan lebih baik dari air. Hindari juga vinyl dari genangan air karena lem yang digunakan sebagai perekat pada permukaan lantai dapat rusak. Material lantai rumah ini juga serupa dengan parket, yaitu lemah terhadap permukaan tajam sehingga karet pelindung untuk furnitur rumah.
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya