Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kehamilan
Dream - Julie Foster tak pernah mengira sebelumnya kalau stroke yang dialaminya berkaitan erat dengan kehamilan. Ibu muda berusia 30 tahun itu baru menyadari ketika ia hamil anak ketiganya, Oliver pada 2013.
Ketika hamil yang keempat kalinya pada November 2015, Foster kembali mengalami stroke. Dokter pun melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menemukan serangan stroke yang lebih awal saat Foster hamil anak keduanya, Grace.
Saat itu Foster mengaku mengalami migrain hebat. Dari hasil pemindaian (CT scan) diketahui ada kerusakan otak yang terkait stroke sebelumnya. Ibu asal Inggris itu pun menjalani trombolisis, yaitu terapi obat untuk menghilangkan gumpalan darah dan mengembalikan pasokan darah ke otak.

" Aku mengira saat itu stroke terjadi karena saraf yang terjepit. Aku mengalami stroke pertama kali pada Maret 2013," kata peremouan berusia 30 tahun itu.
Saat itu Foster sedang menonton televisi dengan anak-anak lalu kakinya tak bisa digerakkan. Ia merasa ada yang tak beres dan langsung menelepon ambulans dan dibawa ke rumah sakit.
" Awalnya aku kira saraf terjepit tapi dari hasil scan aku mengalami stroke. Diketahui juga pernah ada serangan stroke sebelumnya. Saat hamil Grace aku pernah tiba-tiba buta sebelah mata," ujar Foster.
© Dream
Setelah mengalami dua kali stroke Julie dan sang suami Steven mengambil keputusan sulit untuk mengakhiri kehamilannya dengan anak keempatnya. Karena jika sampai terjadi stroke untuk ketiga kalinya, ingatannya bisa hilang, pendengarannya bisa rusak dan bagian tubuh di sebelah kanannya tak berfungsi.
" Akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri kehamilan Foster di usia kandungan yang sudah lima bulan, karena sangat berisiko," ujar Steven.
Kasus stroke pada ibu hamil terus meningkat. Pada 1994 hingga 1995 diketahui ada 4000 kasus di dunia. Sementara pada 2006 hingga 2007 terdapat 6000 kasus.
Sekitar 10 persen stroke terjadi sebelum melahirkan. Lalu 40 persen stroke terjadi saat melahirkan.
Stroke pada ibu hamil diketahui berhubungan erat dengan tekanan darah tinggi. Untuk itu disarankan bagi ibu hamil selalu memantau tekanan darah.
Sumber: Daily Mail
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012