Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Taj Mahal (Foto: Shutterstock)
Dream - India bakal membatasi jumlah pengunjung Taj Mahal dalam upaya melestarikan monumen abad ke-17 yang ikonik itu sebagai objek wisata terbesarnya.
Jutaan turis India kebanyakan mengunjungi Taj Mahal setiap tahun dan jumlah mereka terus meningkat seiring perjalanan domestik menjadi lebih mudah.
Para ahli mengatakan bahwa kerumunan orang banyak tersebut menambah keausan di makam marmer putih Taj Mahal. Monumen ini harus mulai menjalani pembersihan rutin untuk menghentikannya berubah menjadi kuning akibat udara yang tercemar. Banyaknya pengunjung juga memberi tekanan pada fondasinya.
Di masa depan hanya 40.000 wisatawan lokal yang diizinkan memasuki kompleks bersejarah ini per harinya, kata pihak berwenang pada hari Rabu.
" Kita harus memastikan keamanan monumen dan pengunjung juga. Manajemen pengunjung muncul sebagai tantangan terbesar bagi kami," kata seorang pejabat Survei Arkeologi India yang mengelola monumen tersebut.
Pembatasan tersebut tidak berlaku untuk orang asing, yang membayar 1.000 rupee ($16) atau sekitar Rp217.000 untuk masuk.
Pengunjung India biasanya membayar hanya 40 rupee, tapi diharuskan membeli tiket yang lebih mahal jika mereka ingin berkeliling tanpa batas.
Taj Mahal dibangun oleh Kaisar Mughal Shah Jahan sebagai makam untuk istri tercintanya Mumtaz Mahal, yang meninggal saat melahirkan pada tahun 1631.
Siapapun yang ingin melihat ruang bawah tanah utama, yang menampung makam marmer spektakuler yang bertahtakan batu semi mulia, juga harus membayar tiket lebih mahal.
Keputusan untuk membatasi pengunjung muncul setelah lima pengunjung terluka dalam kerumunan antrean pada akhir tahun kemarin.
Jumlah pengunjung harian ke Taj Mahal rata-rata 10.000-15.000 namun bisa jauh lebih tinggi di akhir pekan, naik menjadi sekitar 70.000.
Hampir 6,5 juta orang mengunjungi monumen tersebut pada tahun 2016, menurut data pemerintah.
Taj Mahal telah menarik banyak pemimpin dunia untuk mengunjunginya, termasuk mantan Presiden AS Bill Clinton. Mendiang Putri Inggris Diana pun sempat berfoto di atas sebuah kursi marmer di sana pada tahun 1992.
Tapi, Taj Mahal kini menghadapi serangkaian ancaman, termasuk efek kabut asap.
(Sumber: saudigazette.com.sa)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang