Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sebuah studi internasional mengungkap mengapa orang Tiongkok berkulit putih. Penelitian itu menemukan bahwa telah terjadi perubahan pada kulit orang Tiongkok pada 15.000 tahun silam.
Menurut penelitian itu, telah terjadi perubahan kompleks pada nenek moyang bangsa Han –penduduk asli China– yang menyebabkan mutasi gen OCA2.
Diyakini, mutasi gen ini terjadi saat suku Han bermigrasi ke utara, dari China bagian selatan dan Asia Tenggara, pada 25.000 hingga 30.000 tahun silam.
Kurangnya sinar matahari di daerah utara menyebabkan evolusi OCA2, sehingga warna kulit suku Han menjadi terlihat lebih pucat. Dengan demikian, kulit mereka mampu menyerap sinar matahari dengan lebih banyak, mencegah terjadinya kekurangan vitamin D.
Dengan penyesuaian ini mereka bisa bertahan dari waktu ke waktu dengan lingkungan baru. Namun mutasi gen ini juga disebut-sebut menjadi pemicu sejumlah penyakit, seperti fenomena albinisme, radang mata akut, sindrom Angelman, makan obsesif, dan lain sebagainya.
Dalam penelitian ini, para ilmuwan menguji mutasi gen OCA2 pada tikus, yang juga mengalami transformasi menjadi putih. Sementara, untuk orang Eropa terjadi karena perubahan gen SL24A5 dan SLC45A2 karena sejumlah faktor, seperti perubahan pola makan dan seleksi seksual.
Studi ini dipimpin oleh Profesor dan Men Anming. Beranggotakan para peneliti dari China, Eropa, dan Amerika Serikat. Dalam studi ini, mereka menganalisis contoh genetik lebih dari seribu orang. Dan hasil penelitian itu diterbitkan dalam Molecular Biology and Evolution. (Ism, Sumber: Shanghaiist)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya