Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Terminal 3 Ultimate Masih Dalam Proses Finishing (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Menteri Pariwisata Arief Yahya meninjau kelengkapan Terminal 3 Ultimate, Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang. Setelah mengalami penundaan, rencananya terminal akan mulai beroperasi pada pertengahan Agustus mendatang.
Garuda Indonesia menjadi maskapai penerbangan pertama yang akan dipindahkan ke terminal berkapasitas 25 juta orang per tahun itu.

" Kami sepakat konsep Terminal 3 Ultimate ini adalah Tourism HUB Airport. Karena itu branding Wonderful Indonesia menjadi sangat penting di sini. Bandara internasional itu pintu gerbang utama, tempat orang asing menginjakkan kaki di Indonesia. Ini semacam momment of truth, merasakan sensasi dan kesan pertama di negeri ini. First impression itu penting," kata Menpar Arief Yahya.
Lebih jauh Arief Yahya menekankan pentingnya pelayanan yang bersahabat, sehingga para wisatawan asing akan terkesan dengan Indonesia.

" Kalau pandangan pertama sudah cemberut maka wajah seluruh negeri ini pun dikesankan cemberut. Begitu sebaliknya, jika berkesan ramah, longgar, nyaman, aman, tertib, sarat dengan sentuhan art and culture, itu juga yang nyantol di kepala orang yang berkunjung ke Jakarta. Karena itu mumpung masih proses finishing di interior, maka kami hadir, dan ikut memikirkan kesan apa yang ingin ditanamkan kepada visitors," imbuh Arief.
Sedangkan untuk konsep interior, Arief Yahya menilai usulan ke PT Angkasa Pura II sudah sesuai dengan data dan angka ketertarikan wisman ke tanah air. Menurutnya, 60 persen tertarik pada budaya, dan sisanya 35 persen menyukai alam serta 5 persen pada man made atau orang.

" Saya rasa komposisi desain interiornya juga harus mengikuti persentase itu. Misalnya Borobudur, penari Bali, perempuan berjalan di pematang sawah dengan memanggul tumpukan buah untuk upacara di Ubud itu kategori culture. Lalu Raja Ampat, Komodo, Toba, Bromo dan lainnya itu nature atau alam. Sedangkan sport tourism dan MICE itu man made," jelas Arief Yahya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun