5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Pembatasan wilayah di berbagai negara kini mulai kembali dibuka. Salah satunya Thailand. Negeri Gajah Putih ini akan kembali membuka pariwisatanya pada Oktober mendatang.
Thailand melaporkan jumlah kasus Covid-19 sekitar 3.500 orang. 59 di antaranya meninggal dunia. Dengan ini, Thailand dianggap berhasil mengatasi pandemi Covid-19.
Thailand sejak Maret telah menutup negaranya dari pengunjung internasional. Sedangkan 20 persen pendapatan Thailand berasal dari sektor pariwisata.
Hal ini pun berdampak negatif pada perekonomian Thailand. Sehingga pemerintah setempat berupaya untuk mengembalikan keadaan normal dengan mengumumkan pembukaan sektor pariwisata yang telah direncanakan sejak September.
© Ilustrasi (Foto: Pexels)
Pemerintah membuat rencana Visa Turis Khusus (STV). Visa itu memiliki ketentuan tertentu. Yaitu calon wisatawan terlebih dahulu harus membuat pengajuan visa.
Setelah disetujui, para wisatawan harus dikarantina selama 14 hari sejak kedatangan mereka di Thailand. Barulah mereka bebas menjelajahi Negeri Gajah Putih tersebut.
Namun, untuk kejelasan lengkapnya akan diketahui setelah mengajukan pembuatan visa. Jika visa khusus ini sudah didapatkan, maka akan diberikan waktu tinggal selama 90 hari atau diperpanjang dua kali dengan total 270 hari.
© Ilustrasi (Foto: Pexels)
Wisatawan yang sudah dizinkan menjelajahi Thailand, akan tetap dipantau dengan diberikan gelang khusus atau menggunakan aplikasi.
Program STV ini akan dimulai paling cepat pada Oktober mendatang. Jika semua berjalan lancar, pemerintah setempat akan meningkatkan jumlah wisatawan dimasa depan. Karena untuk masa percobaan hanya 1.200 wisatawan yang diberikan izin masuk.
Terkait dengan STV, lebih detailnya Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn menyarankan untuk menghubungi Otoritas Pariwisata Thailand untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
(Sumber: lonelyplanet.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
