5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pariwisata telah menjadi urat nadi utama dalam perekonomian Uni Emirat Arab. Negara di kawasan Timur Tengah ini benar-benar serius membangun sejumlah fasilitas dan destinasi.
Pemerintah setempat juga terus memanjakan para traveler. Untuk meningkatkan jumlah wisatawan dunia, Pemerintah UEA berencana memberlakukan visa kunjungan dengan durasi panjang, lima tahun
Dikutip dari Lonely Planet, kebijakan ini ditetapkan oleh Pemerintah UEA awal pekan lalu namun baru berlaku pada pertengahan tahun ini. Kebijakan ini juga menghapus aturan pemberlakukan visa ganda dengan durasi selama tiga bulan.
Hal ini disampaikan Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri UEA, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Pria yang juga menjadi penguasa Dubai ini menyatakan pemerintah menetapkan UEA sebagai tujuan utama wisata dunia.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (Shutterstock.com)
Pemberlakuan visa baru ini memberikan izin kepada pengunjung asing berada di UEA selama lima tahun. Selain itu, visa ini juga berlaku untuk kunjungan multi-entry dan tersedia untuk semua kewarganegaraan
Tetapi, sejauh ini belum ada keterangan mengenai besaran biaya pengurusan visa tersebut. Saat ini, masih menerapkan aturan bebas visa multi-entry selama tiga bulan.
UEA menargetkan peningkatan jumlah wisatawan sepanjang 2020. Saat Expo 2020 bersama 190 negara lainnya, UEA meluncurkan sejumlah destinasi baru untuk menarik lebih banyak traveler masuk ke negara itu.

Burj Al Arab di Dubai, Uni Emirat Arab (Shutterstock.com)
Negara-negara kawasan Teluk kini tengah bersaing meningkatkan pemasukan dari sektor pariwisata dan mulai meninggalkan minyak. Mereka pun melakukan inovasi pada kebijakan pariwisatanya masing-masing.
September tahun lalu, untuk pertama kalinya Arab Saudi memberlakukan visa turis. Bahrain memangkas tarif visa sebanyak 50 persen pekan lalu setelah Manama terpilih sebagai Ibu Kota Wisata Arab 2020.
Pada 2017, Qatar menghapus visa bagi 80 negara. Sehingga, negara itu bisa meraup pendapatan begitu besar dari para wisatawan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?