7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Publik di Tanah Air beberapa waktu lalu sempat dihebohkan penemuan pembalut mengandung klorin yang dilaporkan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) . Kementeria Kesehatan mengatakan klorin mengandung senyawa dioksin yang bersifat karsigenik.
Dioksin adalah senyawa pencemar lingkungan yang dapat mempengaruhi beberapa organ dan sistem dalam tubuh. Sifat dioksin akan larut dalam lemak dan dapat bertahan dalam tubuh karena stabilitas kimianya. Zat Dioksin akan dilepaskan melalui proses penguapan dengan suhu sangat tinggi yaitu 446,5 derajat celcius.
Wanita yang terpapar dioksin dapat mengalami gangguan endoktrin yang mempengaruhi hormon. Akibatnya muncul gangguan mentruasi, mandul, endometriosis dan kanker sistem reproduksi.
Sedangkan dioksin dalam kadar yang sangat tinggi dapat mengganggu pertumbuhan janin. Bahkan, perkembangan bayi bisa terganggu jika terjangkit melalui Air Susu Ibu (ASI) yang diminumnya.
Proses dioksin masuk ke dalam rahim terjadi saat darah haid menetes ke permukaan pembalut. Zat tersebut akan dilepaskan melalui proses penguapan ke liang vagina. Melaju terus hingga ke serviks, hingga ke rongga rahim yang diteruskan sampai ke ovarium.
Mencegah hal tersebut terjadi pada Anda, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetes pembalut tersebut berbahaya atau tidak. Cukup sediakan air bersih dalam sebuah wadah. Kemudian, masukkan bagian dalam pembalut dan celupkan ke dalam air tersebut. Aduk beberapa saat dan awasi perubahan yang terjadi pada air.
Jika bagian dalam pembalut tersebut hancur dan larut dalam air serta menyebabkan air menjadi keruh, berarti produk pembalut tersebut berkualitas rendah.
Sedangkan untuk menghindari pembalut yang berbahaya, usahakan untuk memilih pembalut yang memiliki permukaan halus. Saat dikenakan, pembalut pun tidak boleh terasa lembab. Jangan sekali-kali menggunakan pembalut yang mengandung pewangi dan pastikan bukan dari produk daur ulang.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?