Wanita, Begini Cara Kenali Pembalut Berbahaya

Reporter : Dwi Ratih
Jumat, 24 Juli 2015 07:00
Wanita, Begini Cara Kenali Pembalut Berbahaya
Wanita yang terpapar dioksin dapat mengalami gangguan endoktrin yang mempengaruhi hormon. Sehingga dapat menyebabkan gangguan mentruasi, mandul, endometriosis dan kanker sistem reproduksi.

Dream - Publik di Tanah Air beberapa waktu lalu sempat dihebohkan penemuan pembalut mengandung klorin yang dilaporkan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) . Kementeria Kesehatan mengatakan klorin mengandung senyawa dioksin yang bersifat karsigenik.

Dioksin adalah senyawa pencemar lingkungan yang dapat mempengaruhi beberapa organ dan sistem dalam tubuh. Sifat dioksin akan larut dalam lemak dan dapat bertahan dalam tubuh karena stabilitas kimianya. Zat Dioksin akan dilepaskan melalui proses penguapan dengan suhu sangat tinggi yaitu 446,5 derajat celcius.

Wanita yang terpapar dioksin dapat mengalami gangguan endoktrin yang mempengaruhi hormon. Akibatnya muncul gangguan mentruasi, mandul, endometriosis dan kanker sistem reproduksi.

Sedangkan dioksin dalam kadar yang sangat tinggi dapat mengganggu pertumbuhan janin. Bahkan, perkembangan bayi bisa terganggu jika terjangkit melalui Air Susu Ibu (ASI) yang diminumnya.

Proses dioksin masuk ke dalam rahim terjadi saat darah haid menetes ke permukaan pembalut. Zat tersebut akan dilepaskan melalui proses penguapan ke liang vagina. Melaju terus hingga ke serviks, hingga ke rongga rahim yang diteruskan sampai ke ovarium.

Mencegah hal tersebut terjadi pada Anda, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetes pembalut tersebut berbahaya atau tidak. Cukup sediakan air bersih dalam sebuah wadah. Kemudian, masukkan bagian dalam pembalut dan celupkan ke dalam air tersebut. Aduk beberapa saat dan awasi perubahan yang terjadi pada air.

Jika bagian dalam pembalut tersebut hancur dan larut dalam air serta menyebabkan air menjadi keruh, berarti produk pembalut tersebut berkualitas rendah.

Sedangkan untuk menghindari pembalut yang berbahaya, usahakan untuk memilih pembalut yang memiliki permukaan halus. Saat dikenakan, pembalut pun tidak boleh terasa lembab. Jangan sekali-kali menggunakan pembalut yang mengandung pewangi dan pastikan bukan dari produk daur ulang.

Beri Komentar