5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Foto: Kemenparekraf
Dream - Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara dan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan turut menjadi daerah terdampak Covid-19 selama pandemi. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah berupaya menggali potensi pariwisata untuk memulihkan kondisi di sana.
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mendiskusikan masalah tersebut bersama Bupati Muna LM Rusman Emba dan Bupati Sinjai Andi Seto Asapa. Ke depan, Sandiaga ingin agar pariwisata Muna dan Sinjai bangkit dan menopang perekonomian daerah.
" Potensi pariwisata sangat menjanjikan, dengan beberapa inovasi destinasi ditunjang peluang ekonomi kreatif di kedua daerah. Apalagi pariwisata berpotensi besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan didukung generasi milenial yang sudah bergerak menciptakan peluang-peluang usaha wisata di sana," ujar Sandiaga di laman resmi Kemenparekraf.

Letak geografis Sinjai dengan kontur wilayah lautan dan perbukitan menyimpan potensi wisata yang unik Ini dapat mendorong investasi.
" Kami mengajak masyarakat berkunjung ke Sinjai untuk menikmati keindahan gunung, pantai, dan pulau. Juga wisata mangrove yang memiliki panjang 13 kilometer yang dapat dikunjungi dari pagi sampai malam, kalau mau melihat keindahan alam datanglah ke Sinjai," tutur Bupati Sinjai Andi Seto Asapa.
Sementara itu di Kabupaten Muna juga memiliki berbagai potensi wisata budaya antara lain Bheta Wuna, Kaghati Kolope, Kogira Athara. Selain itu ada wisata sejarah Liang Kabori dan Masigi Wuna, serta beberapa wisata bahari.

Kendati demikian, aktivitas peningkatan potensi pariwisata dan ekonomi saat ini perlu pengawasan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Dengan begitu, potensi penyebaran Covid-19 bisa diantisipasi sejak dini.
" Kunci kita untuk bisa mengatasi Covid-19 adalah pertama patuh dulu kepada protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan. Yang kedua testing, tracing, dan isolasi mandiri. Sehingga kunci kebangkitan sektor parekraf terletak pada aspek kesehatannya," tutur Sandiaga.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?