5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Launching Global Muslim Travel Index (GMTI) (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Wisata halal Indonesia kian menggaung di kancah pasar muslim internasional. Hal itu dibuktikan dari data yang dikeluarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) pada Maret ini setelah melakukan penilaian pada 130 destinasi wisata di negara-negara Islam.
Wisata halal Indonesia berhasil naik ke peringkat ke empat setelah Malaysia, Uni Emirat Arab dan Turki. Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengungkapkan apresiasi yang sedemikian besar terhadap pencapaian tersebut.
" Kita berhasil naik dua peringkat dari sebelumnya di peringkat enam," tutur Arief Yahya saat memberi sambutan di acara Press Briefing Global Muslim Travel Index (GMTI) 2016.
Menpar berharap agar prestasi ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) masuk ke Indonesia. Mengingat potensi wisata halal yang dimiliki Indonesia lebih dari 100 juta kunjungan. Berkisar di angka 125 juta kunjungan yang dapat melampaui pencapaian kunjungan ke negeri Tiongkok
" Malaysia nomor satu dengan 6 juta wisman muslim. Thailand 5 juta dan Singapura 4 juta. Sedangkan Indonesia baru 2 juta," imbuhnya saat dijumpai di Hotel Pullman Thamrin, Jakrta Pusat pada Rabu, 23 Maret 2016.
Lebih jauh ia berpesan agar sektor pelayanan pariwisata halal semakin ditingkatkan. Didukung dengan perbaikan fasilitas dan produk dari destinasi wisata itu sendiri tentunya. Sehingga nantinya bahasan wisata halal tak hanya sekadar berbicara masalah agama saja, namun berkaitan erat dengan pertumbuhan industri dan bisnis.
Inilah yang saya sebut sunatullah di sini, barang siapa yang berikan destinasi, fasilitas dan marketing terbaik pasti akan memenangkan persaingan," imbuh Menpar.
Sedangkan unuk negara-negara non-Islam, kunjungan muslim traveler paling banyak yang mengarah ke Singapura. Diikuti oleh negara Thailand, Inggris, Afrika Selatan dan Hongkong yang menempati posisi lima teratas.
Pada kesempatan yang sama, GMTI juga merilis pernyataan bahwa Asia dan Eropa merupakan dua kawasan yang paling menarik perhatian muslim. Memiliki potensi sebesar 87 persen dari keseluruhan pangsa pasar perjalanan muslim.
(Laporan: Ratih Wulan)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?