Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Hati-hatilah mengetik data. Sebab, seorang pria asal London, James Lewis, 31 tahun, bernasib sial gara-gara salah ketik. Dia harus membayar satu juta rupiah untuk parkir sejam saja.
Laporan The Sun menyebut, kejadian itu bermula ketika James sedang berbelanja di Pusat Perbelanjaan Erith Riverside pada Minggu, 21 Mei 2017. Saat memasuki parkiran dia mendaftarkan pelat nomor kendaraan mobil miliknya agar mendapat parkir gratis.
Dia mengetik YB09VA 0 (nol). Padahal seharusnya dia mengetik YB09VA O (abjad).
Beberapa hari kemudian, dia dikirimi surat denda dari pengadilan sebesar 60 poundsterling, setara Rp1,05 juta. James menolak denda yang digugatkan perusahaan parkir Smart Parking Limited itu.

Merasa tak menerima jawaban, perusahaan parkir itu menaikkan denda mencapai, 160 poundsterling, setara Rp2,82 juta.
© Dream
Kasus ini membuat James frustasi. Dia meminta Smart Parking menggunakan 'perasaan dan akal sehat'.
" Ini sangat membuat saya frustrasi, dan saya bisa membayangkan kisah menyedihkan ini terjadi pada orang lain yang terpaksa membayar kesalahan kecil," kata James.
James mengatakan kesalahan ketik itu muncul karena angka Nol dan abjad O pada mesin parkir itu memiliki kemiripan.

" Saya hanya parkir selama satu jam. Perusahaan parkir mendenda saya Rp1,05 juta. Mereka mengatakan itu salah saya," ucap dia.
Juru bicara dari British Parking Association menyarankan James untuk mengikuti proses banding di pengadilan dari pada mengabaikan denda parkir.
" Kami sangat menyarankan pengendara untuk mengikuti proses banding independen daripada memilih mengabaikan denda parkir itu."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya