Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Alexander Pieter Cirk (CCTV News)
Dream - Sungguh tragis nasib Alexander Pieter Cirk. Pria Belanda itu rela jauh-jauh terbang menuju China untuk bertemu dengan perempuan pujaan hati yang baru dia kenal melalui dunia maya. Tapi, setelah sampai di China, wanita itu ternyata tak menemuinya.
Cirk berkenalan dengan perempuan bermarga Zhang di media sosial dua bulan silam. Pria 41 tahun ini kemudian intens melakukan chat dengan perempuan 26 tahun ini. Dalam waktu singkat, Cirk pun jatuh cinta. Kemudian memutuskan untuk pergi ke China.
Permohonan visa dikabulkan. Cirk kemudian terbang ke Changsha, Provinsi Hunan, demi Zhang. Jarak 4.500 kilometer dia tempuh dengan pesawat terbang. Karena kasmaran, pengorbanan itu tidak berarti bagi Cirk.
© Dream
Dream - Tapi, wajah Cirk yang berbunga-bunga langsung layu saat kakinya menginjak lantai bandara. Tak ada satu orang pun yang menjemputnya. Meski begitu, dia tetap sabar. Menunggu Zhang.
Detik jam terus berjalan. Menit berganti jam. Matahari sudah beberapa kali terbit dan tenggelam. Namun Cirk tetap menunggu, berharap Zhang akan datang. Tak terasa sudah 10 hari Cirk menunggu. Namun Zhang tetap saja tak muncul.
Kondisi Cirk pun memprihatinkan. Dia menjadi kumal. Dalam foto yang beredar di dunia maya terlihat dia tengah terbaring di bangku bandara. Dia tampak lemah, dan beberapa hari yang lalu dilarikan ke rumah sakit.
© Dream
Dream - Kisah Cirk yang rela terbang dari Belanda ke China ini menyebar di media sosial Negeri Tirai Bambu. Hingga akhirnya salah satu televisi di Hunan mengontak Zhang. Saat ditelepon, dia memberikan jawaban mengejutkan.
Dalam telepon itu, Zhang menyangka apa yang terjadi ini hanya lelucon belaka. Cirk, kata dia, memang akan ke China, tapi pada tahun mendatang.
“ Kami telah menjalin hubungan romantis kami, tapi dia kemudian tampaknya menaruh perasaan kepadaku,” kata Zhang.
“ Suatu hari, tiba-tiba dia mengirimi aku foto tiket pesawat, dan aku pikir itu hanya lelucon. Dia kemudian tidak mengontak saya,” tambah dia.
© Dream
Dream - Dan apesnya lagi, saat Cirk tiba di bandara dan mengontak, telepon Zhang dalam kondisi mati. Zhang mengaku tengah menjalani operasi plastik di kota lain sehingga tak melihat pesan Cirk setelah tiba di China.
Dalam wawancara televisi itu, Zhang mengatakan akan menemui Cirk setelah proses penyembuhan pasc-aoperasi. Zhang mengaku masih ingin melanjutkan hubungan itu.
Kisah Cirk dan Zhang ini menjadi perbincangan banyak orang di media sosial China, Weibo. Sebagian orang menilai perilaku Cirk sangat aneh, lainnya menaruh simpati.
“ Orang Belanda ini terlihat tulus,” tulis salah satu pengguna media sosial, @DadadadaLeier. Sepertinya kisah cinta Cirk dan Zhang masih akan berlanjut. (Sah) (Sumber: CCTV News).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang