Granat Meledak di Bogor, 2 Bocah Tewas

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 15 Februari 2019 10:17
Granat Meledak di Bogor, 2 Bocah Tewas
Satu korban tewas di lokasi kejadian.

Dream - Muhammad Ibnu Mubarok, 11 tahun; Khoirul Islami, 11 tahun; dan Muhammad Doni, 10 tahun, mengalami peristiwa nahas. Tiga bocah asal Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu terkena ledakan granat aktif.

Peristiwa itu bermula ketika Siti Nurhasanah, ibunda Mubarok, membuang kaleng susu berisi granat di kebun dekat rumah korban, pada Selasa, 12 Februari 2019.

" Kaleng susu berisi granat itu dapat nemu pada hari Minggu tanggal 10 kemarin, kemudian oleh Mubarok dibawa pulang ke rumah," kata Kapolsek Cobungbulang, Kompol Agus Syuadi, kepada Liputan6.com, Jumat, 15 Februari 2019.

Setelah dibuang, kata Agus, kaleng berisi granat itu kembali diambil Mubarok pada Kamis, 14 Februari 2019 sekitar pukul 14.00 WIB. " Korban mengambil kembali kaleng susu yang sempat dibuang oleh ibunya itu. Kemudian oleh ketiganya dipukul-pukul pakai batu lalu meledak," ujar dia.

Akibat ledakan itu, dua bocah meninggal dunia. Mubarok meninggal di lokasi karena luka parah di kepala, tangan, dan kaki. Sementara itu, Doni, yang mengalami luka di kaki, tangan, dan dada meninggal setelah menjalani perawatan di RSUD Leuwiliang.

Sedangkan satu anak lain, atas nama Khoirul masih menjalani perawatan di rumah sakit. Khoirul mengalami luka-luka di kedua kakinya.

" Korban ada tiga orang, jadi yang meninggal dua orang, satu lainnya menjalani perawatan," ujar Agus.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Achmad Sudarno)

1 dari 1 halaman

Digosok Dikira Batu Mulia, Si Sekuriti Kaget Pegang Granat

Dream - Petugas sekuriti sebuah perusahaan tambang di Riau ini ini masih dilindungi Sang Pencipta. Petugas itu tak sadar jika benda yang dikirany batu mulia ternyata sebuah granat.

Makin mengejutkan karena granat yang dipegangnya itu ternyata masih aktif.

Dikutip dari laman Liputan6.com, Selasa, 24 April 2018, petugas sekuriti itu sebelumnya tengah menggosok-gosok sebuah benda yang baru ditemukannya di areal tambang.

Beruntung si sekuriti itu langsung sadar jika barang yang dipegangnya itu merupakan granat nanas. Tak mau ambil risiko, sekuriti itu langsung melaporkan temuannya ke TNI yang akhirnya diteruskan ke Polsek Ujung Batu, Rokan Hulu, untuk ditangani Brimob Polda Riau.

" Sudah disterilkan setelah dimasukkan ke benda khusus oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob," kata Kapolres Rokan Hulu Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Hasyim Risahondua SIK.

Dari hasil pensterilan, polisi menemukan dua buah granat nanas. Satu granat ditemukan di lokasi penambangan berbeda dengan waktu berbeda.

Penemuan terjadi ketika karyawan PT Batu Inti Perkasa (BIP) menyaring batu hasil penambangan di Desa Ujung Batu Timur. Petugas yang menemukan diketahui bernama Dedi. " Dia yang menemukan keduanya di lokasi berbeda," kata Hasyim.

Dedi awalnya hanya melihat temuan itu sebagai barang unik. Dia lalu menyerahkannya ke sekuriti. Dikira benda ini punya nilai jual, sekuriti bernama Hendri membersihkan dan menggosoknya memakai kain.

Hendri langsung kaget karena benda yang tadi dielusnya ternyata menyerupai bentuk nanas. Seketika dia langsung menduga barang itu adalah granat lempar dan melaporkannya ke Babinsa Kopda Musriadi.

Mendapat laporan tersebut polisi datang ke lokasi dan mengambil dua buah granat tadi. Setelah dimasukkan ke ember berisi air, granat tadi dibawa ke Polsek Ujung Batu.

Setelah dipastikan itu granat dan membahayakan jika meledak, tim Jibom memasukkan ke alat khusus untuk disterilkan. Benda itu lalu dibawa memakai mobil untuk dibawa ke Pekanbaru.

(Sah,Sumber: Liputan6.com/M Syukur)

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik