Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Penggalian Makam Di Singapura Untuk Kremasi (Strait Times)
Dream - Berziarah ke makam orangtua atau kakek nenek sudah menjadi kebiasaan masyarakat. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di sejumlah negara.
Demikian halnya dengan Marn Chuan Lee. Warga Singapura ini punya kebiasaan yang sudah dijalaninya selama 39 tahun, berziarah ke makam nenek.
Marn datang ke makam neneknya setiap tiga bulan sekali. Dia membersihkan dan merapikan, bahkan sampai memasang lampu taman di tempat neneknya dikuburkan di Pemakaman China Choa Chu Kang Singapura.
Selama ini, dia tidak tahu telah berziarah ke makam yang salah. Dia baru menyadari ketika menemukan boneka mainan, pensil warna, dan kalung tak dikenali saat makam itu digali pada Agustus lalu
Pria 50 tahun itu terkejut. Dia tidak pernah menyangka telah salah menziarahi makam selama ini.
" Saya pikir ini sudah gila. Rasanya seperti ada orang yang menculiknya dan kami tidak tahu di mana dia berada," kata Marn, dikutip dari Strait Times.
Dia lalu melaporkan temuannya ke Badan Lingkungan Nasional (NEA). Pada 2 Oktober, badan itu menggali dua kuburan yang tidak diketahui pemiliknya, yang terletak bersebelahan dengan makam nenek Marn.
Hasil analisis NEA menyebutkan terdapat batu nisan yang terpasang tidak selaras. Hal itu menyebabkan batu nisan lainnya berdekatan sehingga ditandai secara salah.
Sementara kuburan yang letaknya berdekatan berisi barang-barang pria. Tidak ada satupun barang milik nenek Marn yang ditemukan.
Marn akhirnya berhasil menemukan makam neneknya pada 11 Oktober. Penemuan itu setelah NEA menggali lagi lima kuburan lainnya.
Juru bicara NEA mengatakan, pemakaman dilakukan suatu hari 39 tahun lalu. Salah satu keluarga tidak mendirikan batu nisan.
" Dan karena ketidaksejajaran, salah satu batu nisan berada di antara dua plot kuburan," kata juru bicara tersebut.
Hal ini berdampak pada sembilan makam lainnya. Juru bicara itu menambahkan, NEA telah melakukan verifikasi sisa-sisa yang terkubur kepada keluarga terdampak dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang timbul.
Kasus batu nisan ini merupakan masalah pertama kali yang dihadapi NEA dari 16.800 penggalian makam hingga 30 September 2019.
Marn mengaku stress menunggu NEA membantu menemukan jenazah neneknya. " Saya tidak bisa fokus kerja, makan atau tidur," kata Marn.
Juru bicara NEA awalnya tidak bisa melanjutkan proses lebih jauh. Karena perlu menggali kuburan yang berdekatan dan memverifikasi isinya.
Tetapi, ada beberapa kuburan yang tidak diklaim. Pihaknya juga membuka kesempatan klaim hingga 30 September 2019.
Data NEA menyebutkan ada 8.500 makam yang tidak diketahui pemiliknya. Setiap jenazah yang terkubur dalam makam tak bertuan akan dikremasi dan disimpan selama tiga tahun sebelum akhirnya ditebarkan ke lautan.
Sejak itu, Marn kemudian mengkremasi jenazah neneknya. Tetapi dia mengaku takut menyimpan abunya di krematorium, khawatir akan tercampur lagi dengan jenazah lainnya.
Marn memang sangat dekat dengan neneknya. Bersama enam saudaranya, Marn diasuh oleh sang nenek hingga meninggal saat dia berusia 12 tahun.
Dia memilih menyimpan abu nenek di rumahnya, sembari menunggu waktu untuk menempatkannya di klenteng. " Saya baru saja mendapatkannya kembali, saya takut kehilangan dia lagi," ucap Marn.
(ism, Sumber: Strait Times)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya