Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Pantauan BMKG Untuk Abu Vulkanik Anak Krakatau
DREAM.CO.ID - Sejak Jumat malam, 4 September, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi. Hingga Minggu pagi, gunung itu masih terus erupsi dan abu vulkaniknya menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk hingga DKI Jakarta.
Situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melansir apa yang disebut sebagai Citra Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau. Disebutkan bahwa berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisi citra RGB Himawari-9, teridentifikasi dua kluster sebaran abu vulkanik Anak Gunung Krakatau.
Kluster pertama datang dari abu vulkanik permukaan, pada ketinggian 20.000 ft alias ketinggian dua puluh ribu kaki. Dari pengamatan citra satelit sebarannya ke arah timur laut Selatan: mencakup sebagaian daerah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan sekitarnya.
Kluster kedua, sebaran dari abu vulkanik 50.000 ft. Dari pengamatan citra satelit menyebar ke arah barat daya-barat laut: mencakup sebagian Banten, Selat Sunda bagian selatan, Lampung, Samudera Hindia di sebelah barat Bengkulu.
Akibat sebaran abu vulkanik itu, Bandara Soekarno Hatta ditutup sementara. Demi keselamatan penerbangan setidaknya sejumlah 33 penerbangan dibatalkan dan 16 di antaranya adalah penerbangan internasional.
View this post on Instagram
Dalam siaran pers, yang diedarkan Minggu dini hari, 6 September 2026- Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa, menjelaskan bahwa kementerian terus memantau serta secara intensif berkodinasi dengan berbagai pihak terkait seperti pengelola bandara, operator penerbangan, serta Badan Meterologi Klimatologi Geofisika (BMKG).
Semula, berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, yang diterbitkan Minggu dini hari, Soekarno-Hatta ditutup dalam rentang waktu antara pukul 01.30 WIB sampai dengan 05.30 WIB.
Penutupan itu kemudian diperpanjang hingga Minggu pukul 9:30 WIB. Otoritas Bandara Soekarno-Hatta lewat akun resmi Instagram menulis bahwa, " Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Anak Gunung Krakatau Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan pada pukul 05.30 sd 09.30 WIB.”
Lantaran sebaran abu vulkanik Anak Krakatau ini, 16 penerbangan internasional terkena dampak. Tujuh mengalami penundaan, lima mengalami penjadwalan ulang. Yang terkena dampak antara lain: penerbangan menuju dan dari Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), dan Kuala Lumpur (KUL).
Rute penerbangan domestik yang terkena dampak adalah penerbangan dari dan ke Lampung, penerbangan menuju Surabaya, serta penerbangan menuju Denpasar. Para penumpang diminta untuk mengecek kembali jadwal penerbangan mereka.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
