Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Peristiwa Ini Jadi Tontonan Banyak Orang (Daily Mail)
Dream - Seorang ibu di China tega merantai anaknya seperti binatang peliharaan. Si ibu berdalih, langkah itu dilakukan lantaran si anak tak pernah menuruti perintahnya dan selalu kabur dari rumah.
Diberitakan Daily Mail, Selasa 14 Oktober 2014, kekejaman si ibu terungkap setelah anak laki-lakinya berusia 8 tahun, Li Shao kabur dari rumahnya dan berdiam diri di pinggiran jalan.
Polisi yang menemukannya langsung membawa Shao ke kantor polisi Zhuhai, provinsi Guangdong, China.
Kepada polisi, Shao menceritakan perlakuan kasar ibunya di rumah. Saking takutnya, Shao meminta agar dia bisa tinggal di kantor polisi.
Polisi kemudian memanggil Li Teng, ibu Shao. Teng merayu putranya agar mau kembali ke rumah dan berjanji tidak akan berbuat kasar lagi.
Tapi janji tinggal janji. Perlakukan kasar Teng tetap berlanjut. Bahkan ia mengikat Shao dengan rantai agar tak kabur lagi.
Shao sampai menangis dan memeluk pohon agar Teng tak bisa membawanya pergi. Peristiwa ini jadi tontonan banyak orang dan polisi kembali turun tangan.
" Ini sudah kelima kalinya Shao kabur. Saya cuma tak ingin dia dalam keadaan bahaya. Jadi lebih baik dirantai daripada nanti tertabrak mobil," ujar wanita berusia 39 tahun itu beralasan.
Polisi akhirnya membawa Shao ke Dinas Sosial China agar dirawat di sana. Teng diketahui seorang single parent yang tak punya pekerjaan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya