Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Sumber (Foto: Http://www.act.id)
Dream - Gempa berkekuatan 7.9 SR yang mengguncang Nepal pada Sabtu 25 April kemarin menewaskan lebih dari 2.000 orang. Bantuan tenaga dan bahan-bahan yang dibutuhkan dari Indonesia akan terbang ke Kathmandu.
"Tim akan melakukan assessment awal dan melakukan aksi relief sesuai dengan kebutuhan prioritas warga Nepal pascagempa. Sudah kami siapkan juga Tim kedua plus Tim Medis, yang akan segera berangkat di kesempatan pertama Bandara Katmandu dibuka nanti, “ ujar Senior Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang juga Direktur Global Humanity Response (GHR), N Imam Akbari.
Dari info yang didapatkan melalui Kementerian Dalam negeri Nepal mengonfirmasikan, jumlah korban tewas akibat gempa terburuk kedua di Nepal setelah 81 tahun yang lalu, mencapai 2.263 jiwa dan 5.900 orang luka-luka.
Puluhan ribu warga Katmandu memenuhi jalan-jalan kota, taman, halaman gedung pemerintah atau halaman sekolah untuk mengamankan diri. Mereka adalah warga yang kehilangan rumah atau tak ingin kembali ke dalam rumah karena kuatir dengan gempa susulan berikutnya.
Menurut Imam, dengan mengirimkan bantuan Nepal merupakan salah satu bukti jika Indonesia peduli dan menunjukan kebesaran bangsa untuk saling membantu.
"Ini bagian dari kewajiban kita sebagai warga dunia menunjukan kebesaran bangsa. Apalagi baru Konferensi Asia Afrika 60 tahun. Kita tunjukan bahwa itu bukan sebatas kata-kata,"ujar N. Imam Akbari.
Imam menambahkan ini merupakan bagian dari misi Aksi cepat Tanggap (ACT) sebagai lembaga kemanusiaan yang tidak melihat suku dan ras negara.
"Selain ini menjadi mandat dan amanat Bagi ACT sebagai lembaga kemanusiaan global. Tanpa melihat jarak, suku agama ras kebangsaan dll, ini bentuk universitas kemanusiaan,"kata Imam. (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi