Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Fadil, seorang bocah di Pekabaru tewas di tangan sang ayah, Hermanto. Anehnya, usai membunuh sang anak, Hermanto yakin bahwa sang anak akan mendapatkan surga.
" Dia anak soleh, masuk surga nanti," kata Hermanto kepada warga dan polisi, Senin, 17 Februari 2020.
Hendi, warga sekitar, mengatakan Hermanto selama ini dikenal ramah dan sering berbaur dengan warga sekitar. Hermanto diketahui tinggal di Gang Anturiam, Perumahan Griya Cipta, Jalan Cipta Karya Kecamatan Tampan.
Tapi, dalam beberapa hari terakhir, kepala mekanik di sebuah bengkel itu cenderung menutup diri.
" Sejak Jumat pekal lalu sering mengurung diri di kamar bersama istri dan tiga orang anaknya. Korban merupakan anak ketiganya, usia tiga tahun," ucap Hendi.
Sementara itu, perubahan perilaku Hermanto sempat menjadi perhatian adik kandungnya, Iwan. Menurut dia, Hermanto kini kerap mempelajari dan menjalani ritual di luar agama.
Kasus ini terbongkar ketika Hendi dan Iwan memasuki rumah Hermanto melalui dapur. Di dalam rumah didapati Fadil telungkup di lantai tertutup kain panjang.
" Pas kami lihat lehernya sudah terlilit kawat dari jemuran. Pelaku Hermanto ada di dapur itu terlihat santai," ucap dia.
Kapolsek Tampan, AKP Juper Lumban Toruan, mengatakan, pelaku saat ini masih diperiksa intensif. Istri dan dua anak pelaku turut dimintai keterangan sebagai saksi.
" Keterangan pelaku masih berubah-ubah, awalnya dibilang karena istrinya kerasukan genderuwo, kemudian dibilangnya kemasukan kuntilanak," kata Juper, kepada Liputan6.com.
Selama diperiksa, pelaku terlihat tenang dan menjawab santai semua pertanyaan petugas. Tidak ada rasa penyesalan atas perbuatan keji yang dilakukan terhadap anak kandungnya.
" Seperti tidak melakukan apa-apa saja, wajahnya tenang," kata Juper.
Pengakuan pelaku, perbuatan keji terhadap korban dilakukan Senin dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Sebelum dibunuh, mulut korban disumpal pakai lembaran Al-Qur'an.
" Disobek lembaran tadi, disumpal ke mulut anaknya, lalu dibakar. Hal ini dilakukan pelaku di atas meja," kata Juper.
Tak lama kemudian, pelaku mengambil kawat dari jemuran kain lalu melilitkan ke leher anaknya. Alasan pelaku juga tidak masuk akal karena mendengar bisikan gaib.
" Jadi kuntilanak dari istrinya pindah ke tubuh korban tadi. Agar kuntilanak tadi tidak pergi melarikan diri, makanya tubuh korban dililit," ucap dia.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/M Syukur)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya