Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Virus Corona (Foto: Shutterstock)
Dream - Kian hari kabar tentang penyebaran virus corona semakin mengkhawatirkan. Beruntung jumlahnya orang terinfeksi virus bernama resmi Covid-19 ini kembali melonjak setelah sempat menyentuh angka 15 ribu orang sehari pada 13 Februari 2020 yang lalu.
Angka itu merupakan jumlah kasus terbanyak yang dilaporkan China dalam satu hari semenjak wabah virus corona merebak pada Desember 2019.
Komisi Kesehatan Hubei juga melaporkan tambahan jumlah kasus korban virus corona yang meninggal mencapai 242 pada hari yang sama.
Peningkatan jumlah yang dramatis itu karena pemerintah Provinsi Hubei telah mengubah cara mendiagnosis pasien virus Covid-2019.
Selama ini pemerintah China hanya mengandalkan tes darah, yang persediaannya terbatas dan dapat memakan waktu berhari-hari untuk memberikan hasil.
Sekarang, pemerintah Provinsi Hubei mulai menggunakan teknik computed tomography (CT) scan untuk mengetahui seseorang terjangkit virus corona.
Dalam ilmu kedokteran Radiologi, teknik yang digunakan oleh pemerintah Provinsi Hubei ini dikenal dengan istilah Ground-glass opacity (GGO).
Dengan metode baru ini, dokter dapat dengan cepat mendiagnosis dan melakukan perawatan terhadap warga yang terjangkit virus Covid-2019.
Meskipun hasilnya kurang begitu akurat dibandingkan dengan tes darah, tapi para dokter di Wuhan tetap menggunakan teknik GGO ini.
Alasannya adalah mereka sudah kehabisan persediaan peralatan medis untuk melakukan pengujian terhadap orang yang diduga tertular virus.
Pasien yang didiagnosis melalui CT scan akan menunjukkan tanda-tanda terjangkit virus corona di paru-parunya dalam bentuk bercak-bercak ground-glass.
Seperti diketahui, paru-paru normal atau sehat akan tampak berwarna hitam saat dilakukan pemindaian. Jika ada satu atau dua bercak putih kecil, maka itu adalah hal yang wajar.

Namun jika mereka terjangkit virus corona, akan muncul bercak-bercak putih di paru-parunya dalam jumlah besar.

Bercak-bercak itu sebenarnya adalah cairan di ruang paru-paru.
Menurut Paras Lakhani, ahli radiologi di Universitas Thomas Jefferson, bercak-bercak putih pada paru-paru pasien belum tentu akibat terjangkit virus Covid-2019.
" Tanda-tanda putih itu bisa menunjukkan semua jenis infeksi - bakteri, virus, atau kadang-kadang penyakit tidak menular. Bercak-bercak itu bisa saja akibat vaping," kata Lakhani.
Tetapi, lanjut Paras, bercak-bercak yang meluas hingga ke tepi paru-paru pasien patut dicurigai.

" Bercak putih di area seperti itu tidak umum. Kita pernah melihatnya pada pasien yang terjangkit virus SARS dan juga virus MERS. Ingat, SARS dan MERS juga termasuk dalam keluarga virus corona," tambah Paras.
Sumber: Business Insider
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya