Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Bayi Muslim Di Xinjiang (shanghaiist.com)
Dream - Setelah melarang penggunaan hijab dan pemeliharaan jenggot, China kembali menerapkan aturan yang menekan Muslim di Xinjiang. Aturan baru itu berupa larangan memberikan nama Islam pada bayi dari pasangan Muslim yang baru lahir.
Saddam, Haji, dan Jihad adalah sebagian dari 29 nama yang dilarang di China dalam 'Aturan Pemberian Nama bagi Etnis Minoritas'. Daftar nama itu diterima Kantor Berita Taiwan oleh pengurus World Uighur Congress.
Stasiun radio Free Asia menelepon kepolisian setempat untuk memverifikasi kabar tersebut. Melalui sambungan telepon, pejabat kepolisian setempat membenarkan adanya larangan tersebut.
"Anda tidak diizinkan memberi nama berbau agama yang kental seperti Jihad atau nama-nama sejenis itu. Satu hal yang penting di sini yaitu konotasi nama... Tidak boleh memiliki konotasi seperti perang suci atau kemerdekaan Xinjiang," kata pejabat yang bersangkutan.
Jika menggunakan nama para ulama, pejabat itu menjawab, "Suruh dia (orang yang memberi nama) menggantinya, itu bisa dianggap upaya teror."
Sementara jika nama yang diberikan berkonotasi pada simbol seperti bintang dan bulan, pejabat itu membolehkan. "Sebenarnya, bintang dan bulan adalah simbol pagan," kata pejabat tersebut.
"Mekah mungkin jadi yang teratas. Saya pikir Anda tidak bisa memanggil seseorang dengan nama Saddam," lanjut dia.
Selanjutnya, si pejabat itu mengatakan kebijakan ini dijalankan oleh partai penguasa. Perintah tersebut harus diikuti oleh seluruh penduduk China.
"Orang dengan nama yang dilarang akan kesulitan mengurus registrasi kependudukan, jadi mereka akan diusir dari Kantor Hukou ( semacam Departemen Catatan Sipil dan Kependudukan) saat waktunya tiba nanti," ucap pejabat tersebut.
(Sah/Sumber: shanghaiist.com)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan