Beredar Video Luapan Emosi Dokter Hardik Penjual Masker dengan Harga Selangit

Reporter : Reni Novita Sari
Selasa, 7 April 2020 12:50
Beredar Video Luapan Emosi Dokter Hardik Penjual Masker dengan Harga Selangit
Inilah video viral Dokter Paksi yang marahi oknum penimbun masker.

Dream - Sejak wabah corona menerjang Indonesia, masker bedah menjadi barang langka sekaligus mahal. Masker yang biasanya hanya dijual di kisaran Rp50 ribu per boks melonjak menjadi kisaran ratusan ribu rupiah bahkan hampir setengah juta rupiah. 

Kelangkaan masker bedah akibat ditimbun atau dijual dengan keuntungan berlipat ganda tentu memicu kemarahan masyarakat. Apalagi salah satu Alat Pelindung Diri (APD) ini merupakan kebutuhan utama dokter dan tenaga medis dalam menangani pasien infeksi virus corona (Covid-19).

Keterbatasan APD ini sedang menjadi permasalahan di seluruh negara terdampak covid-19. Alasannya APD hanya dapat digunakan untuk sekali pakai, dan para tenaga medis mesti mengganti APD setiap kali menangani pasien di ruangan yang berbeda. Sehingga negara harus menyediakan APD dalam jumlah yang besar setiap harinya.

Lonjakan jumlah kasus secara global dan spesifik di beberapa wilayah menyebabkan terbatasnya ketersediaan APD.

Tingkat kemarahan dan rasa muak masyarakat akan perilaku para pencari untung di tengah kesempitan ini mulai memuncak. Baru-baru ini beredar video di sosial media tentang curhatan seorang Ahli Bedah Malang yang menyayangkan oknum yang menjual APD dengan harga selangit padahal sedang sangat dibutuhkan negara.

1 dari 5 halaman

Sosok Dokter di Balik Video yang Beredar

 dokter urologi paksi© Ilustrasi : @paksi_urologist

Di balik video yang beredar tersebut adalah dr. Paksi Satyagraha, m.Kes, Sp.U, seorang dokter tampan kelahiran Surabaya, 10 Agustus 1979. Paksi merupakan seorang dokter bedah spesialis urologi. Saat ini Ia berpraktik di RS Syaiful Anwar, Malang.

2 dari 5 halaman

Kekecewaan Dokter Paksi

 Dokter Paksi© Ilustrasi : @paksi_urologist

Paksi menceritakan situasi di rumah sakit yang selalu membutuhkan ketersediaan APD dalam jumlah yang banyak. Walau tak berada di garda depan penanganan covid-19, Paksi cukup prihatin melihat rekan-rekannya yang berada di garda depan memerlukan bantuan APD yang memadai.

Paksi menyayangkan oknum-oknum yang menjual APD dengan harga yang fantastis. Umumnya, seorang garda depan membutuhkan masker medis yang setiap 4-6 jam harus diganti. Dan penggunaan sarung tangan yang harus diganti setiap menangani pasien.

Kenyataannya, barang-barang yang sangat dibutuhkan itu justru langka dan susah dicari di tengah wabah ini. “ Salah satunya adalah masker medis,” ungkap Paksi.

Paksi menggungkapkan bahwa tenaga medis dan para relawan tak hanya sedang dihadapkan dengan virus covid-19, namun juga oknum-oknum yang memanfaatkan keadaan ini untuk mengambil keuntungan pribadi.

“ Contohnya masker medis, jaman dulu sebelum ada permasalahan ini satu box  berkisar antara 30 ribu sampai 50 ribu rupiah, di menit ini saya mencari ke semua orang, dan tidak masuk akal harga masker medis ini seharga 500 ribu rupiah perbox,” ungkap Paksi dalam video yang diunggah di akun Instagramnya, @paksi_urologist.

Paksi menyayangkan harga masker mencapai Rp10 ribu per buah. Harga itu 10 kali lipat sebelum munculnya pandemi ini. Sedangkan harga masker N95 yang dulu hanya sekitar Rp200 ribu per box sekarang naik menjadi Rp2 juta dengan isi hanya 20 buah.

3 dari 5 halaman

Paksi Oknum di Balik Mahalnya Harga Masker

Di saat tenaga kesehatan berjuang mati-matian untuk membantu saudaranya setanah air, tapi justru banyak orang mengambil keuntungan dari penjualan masker yang sangat dibutuhkan para tenaga medis. Paksi menilai oknum-oknum itu telah kehilangan hati nuraninya.

 Paksi© Ilustrasi : @paksi_urologist

“ Anda para oknum dan tengkulak masih berani memainkan benda yang dapat menyelamatkan kami dari kematian dan berjuang untuk kemanusiaan, saya tidak bisa ngomong apa-apa dan hanya Tuhanlah yang bisa membalas kelakuan-kelakuan para oknum biadab yang bersenang-senang di atas penderitaan kita semua,” ungkap Paksi.

4 dari 5 halaman

Efek dari Penimbun Masker

 dokter paksi© Ilustrasi : @paksi_urologist

Seluruh tenaga medis membutuhkan masker untuk alat pelindung diri, agar bisa menolong pasien. “ Bagaimana para medis bisa menolong pasiennya jika hal tersimple seperti masker diperebutkan oleh semua orang,” kata Paksi.

Efek dari penimbunan masker ini akan membawa masalah yang domino, artinya membahayakan tenaga medis juga mengganggu pelayanan masyarakat untuk non-covid. Pasalnya banyak rumah sakit yang telah membatasi pelayanan kesehatan non-covid untuk mencegah penularan akibat kurangnya APD. Paksi menyebut hal itu merupakan efek domino yang terjadi akibat adanya oknum-oknum penimbun masker.

5 dari 5 halaman

Masyarakat Dihimbau Gunakan Masker Kain

Masker menjadi masalah karena kini menjadi kebutuhan semua orang. Paksi menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker kain sesuai anjuran pemerintah. Sehingga, masker medis dapat digunakan untuk tenaga medis yang berada di garda depan.

Pasalnya, masker kain tidak akan melindungi dengan baik jika digunakan oleh tenaga medis yang berhadapan langsung dengan para pasien covid-19.

 

Beri Komentar