Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Twitter/Nicola Sturgeon
Dream – Beberapa waktu lalu, sebuah ledakan besar terjadi di area pelabuhan Beirut, Lebanon.
Akibat ledakan, sedikitnya 135 orang tewas dan lebih 5.000 orang luka-luka. Belum lagi bangunan-bangunan yang hancur di sekitar ledakan itu.
Ledakan itu bahkan membuat gelombang kejut hingga ke terminal penumpang bandara internasional. Yang jaraknya hampir mencapai 9 kilometer.
Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan, ledakan itu disebabkan 2.750 ton amonium nitrat yang telah lama disimpan di gudang.
Banyak hal yang berubah setelah kejadian mengerikan itu. Namun, di tengah-tengah kekacauan yang melanda, terlihat seorang nenek yang begitu tenang memainkan pianonya di dalam apartemen miliknya yang telah rusak. Ia menemukan piano kesayangannya itu selamat dari ledakan besar tersebut.
Nenek yang bernama May Abboud Melki berusia 69 tahun itu, nampak sangat berantakan. Bahkan lubang-lubang didinding dan kaca menyebabkan puing-puing berserakan.
Namun, melihat piano kesayangannya selamat dari ledakan tersebut, membuat May merasa bahagia. Karena ia sudah bersama dengan pianonya selama bertahun-tahun.
Dan beruntungnya, May dan suaminya sedang tak ada di rumah saat ledakan itu terjadi. ketika May kembali ketempat tinggalnya, ia langsung menuju ke arah piano, yang merupakan hadiah dari ayahnya pada hari pernikahannya. Ia pun langsung duduk dan memainkan Auld Lang Syne.
Video yang berisi momen mengharukan itu pun menjadi viral di media sosial. Bahkan menteri pertama Skotlandia, Nicola Sturgeon turut serta membagikan video itu di akun Twitter miliknya.
???? A song of connection and solidarity as our hearts go out to Beirut. If you can, support @RedCrossLebanon https://t.co/iQljFds88P
— Nicola Sturgeon (@NicolaSturgeon)August 5, 2020
Setelah May bermain Auld Lang Syne, ia pun melanjutkan dengan memainkan himne Arab. Menyebabkan para relawan berkumpul.
Sang cucu, May-Lee menambahkan,” Nenekku menahan rasa sakit dan mencoba membuat beberapa momen yang damai.”
" Melihat dia bersandar pada imannya, bersandar pada Tuhan adalah sebuah pesan kuat untuk komunitasnya dan keluarga kami,” ungkap May-Lee.
(Sumber: mirror.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya