Bulan Puasa Ramadan 2019 Sebentar Lagi, Ini Amalan Ibadah yang Bisa Dikerjakan

Reporter : Sugiono
Rabu, 24 April 2019 19:00
Bulan Puasa Ramadan 2019 Sebentar Lagi, Ini Amalan Ibadah yang Bisa Dikerjakan
Bulan puasa ramadan 2019 atau 1 Ramadan 1440 Hijriah sebentar lagi, ini beberapa amalan ibadah yang bisa dikerjakan.

Dream - Sebentar lagi akan memasuki Bulan Puasa Ramadan 2019. Saatnya umat Islam menunaikan ibadah puasa demi mendapat pahala yang melimpah di Bulan Ramadan 2019.

Tapi, kapan tanggal 1 Ramadan 2019 atau 1 Ramadan 1440 Hijriah dimulai? Pasalnya, pemerintah belum merilis tanggal untuk mengawali Puasa Ramadan 2019 sampai sekarang.

Baru organisasi Islam Muhammadiyah yang sudah menetapkan tanggal 1 Ramadan 1440 H. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Bulan Puasa Ramadan 2019 jatuh pada hari Senin, tanggal 6 Mei 2019.

Penetapan awal Bulan Puasa Ramadan 2019 itu tertuang dalam maklumat mengenai jatuhnya 1 Ramadan dan 1 Syawal 1440 H. Maklumat dengan Nomor 01/MLM/I.0/E/2019 itu diterbitkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 16 Maret 2019 lalu.

Dalam menetapkan 1 Ramadan 1440 H, Muhammadiyah menggunakan metode hisab Wujudul Hilal. Berdasarkan metode tersebut, tinggi hilal saat Maghrib pada Minggu Kliwon, 5 Mei 2019, sudah di atas 5 derajat.

" 1 Ramadan 1440 H jatuh pada hari Senin Legi, 6 Mei 2019," demikian isi maklumat tersebut.

Sementara itu, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, belum menetapkan jatuhnya 1 Ramadan 1440 H. Keputusan tentang penetapan awal Bulan Puasa Ramadan 2019 baru diambil setelah menggelar sidang Isbat sekitar akhir April nanti.

Ramadan dianggap sebagai bulannya ibadah. Banyak sekali amalan ibadah yang bisa dilakukan di Bulan Puasa Ramadan 2019 nanti.

Apalagi Allah SWT memberikan begitu banyak karunia kepada hamba-Nya di bulan Puasa Ramadan sehingga sayang untuk dilewatkan. Di Bulan Puasa Ramadan, Allah SWT akan melipatgandakan pahala untuk setiap bentuk ibadah, dan mengampuni segala macam dosa.

Tentu saja, syaratnya seorang Muslim harus bertobat sungguh-sungguh dengan menghindari segala bentuk maksiat. Karenanya, umat Islam wajib bersyukur dan harus senang dengan kedatangan Bulan Puasa Ramadan 2019 ini.

Sungguh beruntung bagi kaum Muslim yang selalu bisa memanfaatkan momen yang datang setahun sekali ini. Intinya, Bulan Puasa Ramadan 2019 adalah sarana untuk berburu pahala, mencari pengampunan dosa, dan mengharap ridho Allah SWT.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah amalan ibadah yang bisa dikerjakan di Bulan Puasa Ramadan 2019.

1 dari 4 halaman

Bulan Puasa Ramadan 2019 Sebentar Lagi, Ini Amalan Ibadah Yang Bisa Dikerjakan

1. Memperbanyak Dzikir, Doa, dan Istighfar

Malam dan siang di Bulan Puasa Ramadan merupakan waktu-waktu utama dan mulia.

Karena itu, pergunakanlah waktu tersebut untuk memperbanyak dzikir, doa, dan istighfar.

Waktu khusus ini merupakan waktu mustajab untuk berdoa di Bulan Puasa Ramadan 2019:

- Saat berbuka. Karena seorang yang berpuasa kemudian dia berbuka, doa-doanya tak ditolak.

Nabi Saw bersabda, " Ada tiga do'a yang tidak tertolak: (1) doa pemimpin yang adil, (2) doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka, (3) doa orang yang terzhalimi." (HR. Tirmidzi, Ibn Hibban mensahihkannya)

- Saat malam, terutama pada sepertiga malam terakhir.

" Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do'a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya." (HR. Muslim no. 757)

- Waktu sahur. Seperti yang Allah firmankan dalam Alquran surat Adz-Dzaariyat ayat 15-18, yang artinya

" Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohon ampunan di waktu pagi sebelum fajar."

Sementara berdzikir bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun. Oleh karena itu, saat Bulan Puasa Ramadan 2019, cobalah memperbanyak dzikir. Karena menurut hadis, berdzikir di Bulan Puasa Ramadan lebih baik dari seribu bacaan tasbih di bulan lainnya.

2. Menjalankan Puasa Ramadan

Berpuasa adalah ibadah wajib bagi umat Islam yang memenuhi syarat untuk menjalankan puasa di Bulan Ramadan. Mulai dari sahur hingga buka puasa terdapat banyak keutamaan yang sayang untuk dilewatkan. Beberapa dalil berikut menggambarkan keutamaan Puasa Bulan Ramadan:

" Siapa berpuasa Ramadan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari & Muslim)

Hadis berikut ini benar-benar menjadi bukti bahwa Puasa Bulan Ramadan adalah ibadah yang memiliki nilai pahala yang sangat besar di sisi Allah. Karena, Allah sendiri yang akan memberikan ganjarannya.

" Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah 'Azza wa Jalla berfirman, 'Kecuali puasa, sungguh dia bagianku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, karena (orang yang berpuasa) dia telah meninggalkan syahwatnya dan makannya karena Aku'. Bagi orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan; gembira ketika berbuka puasa dan gembira ketika berjumpa Tuhannya dengan puasanya. Dan sesungguhnya bau tidak sedap mulutnya lebih wangi di sisi Allah dari pada bau minyak kesturi." (HR. Muslim)

2 dari 4 halaman

3. Menjalankan Sholat Tarawih

Selain sholat wajib lima waktu, Sholat Tarawih juga sebaiknya dilakukan di Bulan Puasa Ramadan. Selain mendapatkan pahala berlipat ganda, Sholat Tarawih juga sangat disarankan untuk menjalin silaturahmi dengan tetangga, terutama saat mengikuti ibadah sholat Tarawih berjamaah di masjid.

Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar kita menghidupkan malam Ramadan dengan memperbanyak sholat Qiyamu Ramadalan (Shalat Tarawih) di sepanjang malam Ramadan. Dasarnya adalah hadis Nabi Muhammad SAW:

Dari Abu Hurairah r.a., berkata Rasulullah SAW menganjurkan (sholat) qiyami Ramadan kepada mereka (para sahabat), tanpa perintah wajib. Beliau berkata, 'Barangsiapa mengerjakan (sholat) qiyami Ramadan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Muslim No. 1816).

4. Memperbanyak Sedekah Ramadan

Sedekah atau shadaqoh di Bulan Puasa Ramadan adalah salah satu amal yang sangat ditekankan bagi seorang muslim yang mampu melakukannya. Dalam hadis shahih disebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah orang paling dermawan di antara manusia lainnya. Tapi beliau semakin dermawan ketika di bulan Puasa Ramadan.

Hal itu terungkap dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim:

Dari Ibnu Abbas r.a. diberitakan bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan beliau semakin dermawan saat berada di bulan Ramadan. (HR. Al-Bukhari No. 4711 dan Muslim No. 2307)

3 dari 4 halaman

5. Tadarus atau Membaca Alquran

Salah satu keistimewaan Bulan Puasa Ramadan dibandingkan bulan lain adalah yaitu bulan Alquran diturunkan, sehingga ada banyak keberkahan di dalamnya.

Salah satu amalan yang dianjurkan untuk ditingkatkan adalah memperbanyak tadarus atau membaca Alquran. Selain amal dilipatgandakan, membaca satu huruf dalam Alquran akan diberikan sepuluh kebaikan, bahkan bagi yang terbata-bata diberikan dua pahala.

Kedua keistimewaan itu berdasarkan dua hadis berikut:

" Orang yang membaca Alquran dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Alquran dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala." (Hadits Muttafaq 'Alaih)

Hadis berikutnya yang menyebut keistimewaan tadarus atau membaca Alquran di Bulan Puasa Ramadan:

" Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf." (HR. At-Tirmidzi)

6. Itikaf di Masjid Pada 10 Hari Terakhir Ramadan

Salah satu amal yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW di Bulan Puasa Ramadan adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan cara itikaf di masjid.

Dalam sebuah hadis disebutkan, yang artinya " Dari Ibnu Umar r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah SAW selalu itikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan." (HR. Al-Bukhari No. 2025 dan Muslim No. 2838)

Aisyah r.a. juga meriwayatkan, yang artinya: " Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam itikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadan hingga wafatnya, kemudian isteri-isteri beliau pun itikaf setelah kepergian beliau." (HR. Al-Bukhari No. 2016 dan Muslim No. 1172)

4 dari 4 halaman

7. Menyambut Malam Lailatul Qadar

Rasulullah SAW berusaha mencari malam Lailatul Qadar dan memerintahkan para sahabatnya untuk menantinya di tiap Bulan Ramadan.

" Sesungguhnya aku telah melihat Lailatul Qadar, aku lupa (kapan kejadiannya) atau aku sengaja dibuat lupa (oleh Allah). Karena itu maka carilah (burulah) Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir pada tanggal yang ganjil." (HR. Muslim No. 2829)

Nabi juga senantiasa membangunkan keluarganya pada malam sepuluh hari terakhir dengan harapan mendapatkan malam Lailatul Qadar.

" Dari Aisyah, ia berkata: Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca? Beliau menjawab, Ucapkan 'Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, menyukai pemberian maaf maka ampunilah aku'." (HR. Ahmad No. 25384, dan Al-Tirmidzi No. 3513, dishahihkan Al-Albani)

Tentang malam Lailatul Qadar ini, Allah telah memberitahukannya di dalam Alquran surat Al-Qadar, ayat 1-3 yang artinya:

" Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."

8. Menjalankan Umrah

Untuk kamu yang berkecukupan, usahakanlah untuk berangkat Umrah pada Bulan Puasa Ramadan karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah SAW. Dengan merasakan Puasa Ramadan di Mekah, pasti setiap orang akan lebih fokus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW pernah menganjurkan kepada seorang wanita Anshar (Ummu Sinan) yang tidak sempat berhaji bersama beliau sebagaimana diterangkan dalam hadis berikut ini:

Dari Ibnu Abbas r.a., dikatakan bahwa ketika Rasulullah SAW pulang dari hajinya, beliau bersabda kepada seorang wanita Anshar (Ummi Sinan): " Apa yang menghalangimu untuk ikut berhaji bersama kami?" . Wanita itu menjawab, " Kami tidak memiliki kendaraan kecuali dua ekor unta yang dipakai untuk mengairi tanaman. Bapak dan anaknya berangkat haji dengan satu ekor unta dan meninggalkan satu ekor lagi untuk kami yang digunakan untuk mengairi tanaman." Nabi bersabda, " Maka apabila datang Ramadan, berumrahlah. Karena sesungguhnya umrah di dalamnya menyamai ibadah haji bersamaku." (HR. Al-Bukhari No. 1863).

Demikianlah amalan-amalan yang bisa dikerjakan ketika Bulan Puasa Ramadan 2019 datang. Semoga bermanfaat.

(Dirangkum dari berbagai sumber)

Beri Komentar
Umroh Bareng Pasangan, Foto Sweet Selebritis Saat di Mekkah