Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Instagram Theresia_maria
Dream - Ledakan bom di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu begitu membekas di ingatan hampir semua warga Jakarta. Peristiwa adu tembak yang terjadi antara polisi dan para pelaku peledakan pun menjadi topik perbincangan di hampir semua media sosial.
Perjuangan para polisi saat menghadapi para pelaku pun mendapat simpati dari banyak pihak. Salah satu polisi yang patut mendapatkan pujian yakni Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martuani Sormin.
Dengan gagah Martuani menangkap para pelaku. Tetap berada di barisan depan pada Kamis pagi 14 Januari 2016. Tak ada yang tahu isi hatinya saat itu.
Martuani terlihat begitu bertanggung jawab dengan profesinya. Padahal sang istri sedang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit di waktu yang sama.
Putri Martuani, Maria Siregar pun menuliskan cerita singkat yang mengharukan di akun instagramnya.
" Hari ini saya melewati hari yang mendebarkan, ibu sedang mendapat perawatan. Pukul 10.42 saya menerima pesan dari ayah berisi kabar ia harus bertugas di MK. Ketika di ruang tunggu, saya mendengar kabar serangan teror di Sarinah. Ayah tidak mengangkat teleponnya," tulisnya melengkapi unggahan foto sang ayah sedang memeluk istrinya yang masih terbaring di rumah sakit.
Saat itu Maria berpikir sang ayah sedang menuju Sarinah hingga tidak mengangkat teleponnya.
" Saya melihat banyak video dan foto dari media sosial di Televisi dan berdoa supaya petugas di sana diberi keselamatan," tulisnya lagi.
Kekhawatiran Maria pun cukup berkurang ketika sore hari, sekitar pukul 17.00 saat itu sang ayah datang dengan senyuman dan pelukan.
" Setelah masa-masa menegangkan itu, ayah mengetuk pintu dan saya melihatnya masih berseragam dengan pistol di pinggangnya. Dia menyapa saya dan ibu dengan senyuman lalu mencium dan memeluk. Air mata saya mengalir, saya mencintaimu pa dan sangat bangga," ungkap Maria.
Rasa penasaran Maria dengan kondisi sang ayah saat kejadian bom Sarinah itupun terjawab. Maria berkata semua peristiwa itu diceritakannya.
" Ia berkata baik-baik saja sayang dengan senyuman meskipun saya tahu kematian sangat dekat dengannya. Dia juga bercerita kalau saat turun dari mobil, tersangka sudah mengarahkan tembakan ke arahnya dan melempar bom namun berhasil ditepis olehnya. Lalu sang ayah kemudian berlari mengejar tersangka untuk segera ditangkap," tuturnya.
Curahan hati Maria pun mendapatkan respon dari para peselancara dunia maya, rasa bangga dan pujian untuk sang ayah mengalir begitu deras di akun instagramnya.
" Jadi nangis bacanya, semoga sekeluarga tetap dalam lindungan Tuhan yah," tulis akun Tuty.
" Begitu bangga dengan beliau. Semoga keluargamu dan keluarga para polisi yang berjuang saat itu selalu dilindungi Tuhan," kata akun Mey. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya