Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
© 2021 Shutterstock
Di tengah kondisi perekonomian yang masih simpang siur, mau tak mau membuat semua orang harus memutar otak untuk menghadapi keseharian. Salah satunya adalah dengan berinvestasi.
Investasi adalah cara ideal yang bisa dilakukan dalam rangka memberikan kepastian kondisi keuangan. Meski begitu, banyak orang yang nggak melakukan investasi lantaran mengalami kesulitan dalam menjalankan prosesnya.
Di sisi lain, emas menjadi sarana investasi yang dipilih banyak orang. Hal ini dikarenakan emas dinilai memiliki value yang stabil sekaligus cenderung punya konsep sama seperti menabung.
Apakah kamu salah satu orang yang berminat untuk melakukan investasi emas, Sahabat Dream? Sebelum kamu memutuskannya, yuk intip apa saja beberapa yang perlu diketahui.

Sudah menjadi rahasia umum jika emas adalah logam mulia yang menjadi alat tukar. Nggak cuma alat tukar, emas juga menjadi harta rampasan perang.
Istilah gold, glory, gospel yang menggema di era peperangan masa lalu pun menjadi indikator jika emas sudah memiliki nilai tinggi sejak dulu. Selain menjadi alat tukar, emas juga menjadi investasi di masa lalu dengan cara sederhana yaitu ditimbun dalam kotak besi.

Apakah investasi emas bisa dilakukan dengan membeli perhiasan sesuai kemampuan? Pertanyaan ini sering muncul bagi beberapa orang yang ingin memulai berinvestasi.
Investasi emas bukan sekadar membeli perhiasan. Memang benar jika perhiasan emas juga punya valuasi yang bisa dijual kembali. Namun hal ini nggak bisa dijadikan acuan berinvestasi lantaran perhiasan sudah masuk ranah emas yang telah diolah.
Investasi emas yang ideal adalah dengan membeli secara murni dalam bentuk batangan, koin, atau yang lainnya. Nggak cuma itu, kadar karat yang dimiliki adalah mencapai 99,99% yang dibuktikan dengan sertifikat keasliannya.

Bagi yang sudah pernah melakukan investasi emas, tentunya sudah nggak asing dengan valuasi logam mulia ini yang bisa berubah harga dua kali dalam sehari. Seperti tahun 2020 lalu ketika emas antam yang tengah digandrungi mengalami kenaikan harga dua kali di hari yang sama.
Faktanya, hal ini bisa terjadi karena faktor demand and supply yang mempengaruhi. Bahkan hal ini sudah terjadi sejak era perang dunia pertama ketika beberapa bank dunia menetapkan harga emas pada jam 10.30 dan 15.00.

Dikenal sejak era terdahulu menjadi bukti jika emas memiliki kelebihan ketika digunakan sebagai sarana investasi yang tepat. Yuk intip kelebihan dalam investasi emas.

Meski menjadi favorit banyak orang sebagai sarana investasi, emas tetap memiliki risiko. Meski nggak sebanyak kelebihan, namun kekurangan ini perlu diperhatikan biar investor nggak mengalami kerugian.
Terlepas dari kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, emas adalah produk investasi yang tepat bagi pemula. Jadi jika kamu ingin memulai berinvestasi, nggak ada salahnya untuk menjadikan emas sebagai awalan.
Kini juga telah banyak tersedia investasi emas yang bisa dilakukan via e-Commerce bahkan dengan nominal uang yang minim. Selamat mencoba, Sahabat Dream!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam