Cuitan Jokowi Jadi Sorotan Warganet Twitter, Reaksi Kamu?

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Rabu, 9 September 2020 11:30
Cuitan Jokowi Jadi Sorotan Warganet Twitter, Reaksi Kamu?
Jangan sampai urusan kesehatan ini belum tertangani dengan baik, kita sudah me-restart ekonomi. Kesehatan tetap nomor satu.

Dream - Nama presiden Joko Widodo kembali ramai diperbincangkan warganet di platform media sosial Twitter. Kejadian tersebut bermula setelah Jokowi menulis sebuah cuitan mengenai fokus utama pemerintah di masa pandemi covid-19. 

Menurut Presiden, kesehatan dan keselamatan masyarakat merupakan hal utama yang harus diperhatikan. Jokowi juga menegaskan memajukan ekonomi di tengah krisis pandemi haruslah mengutamakan kesehatan terlebih dahulu. 

" Jangan sampai urusan kesehatan ini belum tertangani dengan baik, kita sudah me-restart ekonomi. Kesehatan tetap nomor satu," cuitnya melalui akun @jokowi.

Postingan Jokowi dua hari lalu itu, (7 September 2020) menuai banyak komentar warganet. Hingga saat ini 3.000 lebih retweet memenuhi cuitannya. Tak sedikit juga yang menyampaikan aspirasinya dengan mendukung ungkapan sang presiden.

Namun sebagian lagi mengkritik langkah presiden yang seharusnya sudah memikirkan langkah tersebut sejak awal pandemi Covid-19 muncul di Indonesia. 

" Harusnya maret kemaren ngetwit begini pak..." ujar salah seorang warganet.

 

1 dari 5 halaman

Akibat Indonesia `Di-Banned` 59 Negara?

Cuitan Jokowi tersebut menuai banyak spekulasi dari warganet. Ada yang menyambungkan kebijakan tersebut sebagai respon akibat pelarangan akses masuk warga Indonesia oleh 59 negara. Kebijakan dibuat karena negara tersebut menilai Indonesia belum aman dari virus Covid-19.

Tingginya kasus Covid-19 di Indonesia dan terbatasnya kesediaan layanan bagi para penderita disebut menjadi salah satu aspek yang membuat banyak negara melarang akses ke Indonesia untuk sementara waktu.

Sejak ada larangan dari 59 negara, Indonesia sempat melakukan lobi ke negara lain demi melonggarkan aturan. Namun kebanyakan tetap menolak atau tak memberi sinyal pasti. Sebagian negara masih menimbang-nimbang karena melihat kemampuan Indonesia dalam mengatasi wabah pandemi.

" Ini sinyal yang sangat buruk pak. Ibarat pertemanan artinya teman-teman mengucilkan kita. Karena menilai indonesia gagal dan sengkarut tangani covid19. Mari pak dibenerin cara melangkah. Rangkul personal-personal yang baik. Demi masa depan kita dan bapak sekeluarga juga," komentar @supposedtobeiam.

2 dari 5 halaman

Lockdown Kembali?

Selain itu, postingan Jokowi juga mendapat respons positif dari beberapa warganet. Banyak yang mendukung upayanya bahkan setuju jika kebijakan lockdown kembali diberlakukan pemerintah.

" Pak, ayo lockdown 3 bulan. Sebulan juga gapapa. Jalan ditutup. Semua aktivitas bener-bener berhenti atau work from home. Tempat wisata ditutup. Dan yg paling penting tutup akses keluar-masuk luar negeri. Gak ada yang boleh datang ke dalam negeri, selama kita lockdown," saran @ilystar2

3 dari 5 halaman

Jokowi: Jangan Sampai Covid-19 Belum Tertangani Sudah Restart Ekonomi

Dream - Presiden Joko Widodo meminta penanganan Covid-19 dengan memprioritaskan aspek kesehatan. Sangat berbahaya mendahulukan pemulihan ekonomi sementara Covid-19 belum tertangani secara serius.

" Jangan sampai kita urusan kesehatan, urusan Covid-19 ini belum tertangani dengan baik, kita sudah menstarter restart di bidang ekonomi, ini sangat berbahaya," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com.

Jokowi mengatakan Pemerintah memang ingin perekonomian pulih secepat mungkin. Namun demikian, dia menegaskan urusan kesehatan harus tetap menjadi yang utama.

" Masalah kesehatan ini harus betul-betul tertangani dengan baik. Karena memang kita ingin secepat-cepatnya restart di bidang ekonomi," kata dia.

Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus mengalami penambahan. Pada Minggu, 6 September 2020, tercatat ada 3.444 kasus baru sehingga total kasus positif mencapai 194.109 orang.

Akumulasi pasien sembuh saat ini sebanyak 138.575 orang. Sedangkan total pasien meninggal ada 8.025 orang.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

4 dari 5 halaman

Jokowi: Hati-Hati, Angka Kematian Akibat Covid-19 Indonesia di Atas Dunia

Dream - Jokowi mengingatkan kepala daerah untuk berhati-hati dan terus berupaya menekan angka kematian akibat Covid-19. Dia meminta semua pihak tidak terlena dengan menurunnya tingkat kematian di Indonesia.

" Untuk kasus meninggal ini hati-hati, untuk case fatality rate di Indonesia meski menurun dari 7,83 (persen) di bulan April menjadi 4,2 (persen) di bulan Agustus," ujar Jokowi, dikutip dari Merdeka.com.

Menurut presiden bernama lengkap Joko Widodo itu, tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih di atas rata-rata dunia yang mencapai 3,36 persen. Sehingga harus diwaspadai para kepala daerah agar tidak kehilangan kendali dalam penanganan Covid-19.

" Ini kita masih punya PR besar untuk menurunkan lagi, karena angka fatality rate di negara kita masih lebih tinggi daripada fatality rate global 3,36 persen. Ini pekerjaan besar kita," kata dia.

5 dari 5 halaman

Angka Sembuh Lebih Tinggi dari Rata-rata Dunia

Meski demikian, Jokowi bersyukur tingkat kesembuhan atau case recovery rate di Indonesia meningkat dari 15 persen pada April menjadi 72,1 persen pada Agustus. Jumlah tersebut melebihi angka rata-rata dunia sebesar 69 persen.

" Jumlah kasus aktif atau masih dalam perawatan juga menurun dari 77 persen di April menjadi 23,69 (persen) di bulan Agustus. Ini lebih baik dari rata-rata dunia yakni 27 persen," ucap Jokowi.

Data terkini per 31 Agustus 2020, kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 174.496 akibatnya adanya penambahan kasus baru sebanyak 2.743 orang.

Kasus sembuh meningkat menjadi 125.959 orang, menyusul adanya pasien pulih selama 24 jam terakhir sebanyak 1.774 orang. Sedangkan angka kematian menjadi 7.417 akibat adanya kasus baru sebanyak 74 orang.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar