Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Expo Muslim (www.franchiseumrah.com)
Dream - Bulir-bulir keringat mengalir deras dari dahi wanita berkerudung hitam itu. Sesekali tangannya menyeka wajah yang terlihat kuyu. Naungan tenda sedikit membantu menghalau terik matahari. Saat sebagian orang berjuang melawan kemacetan, pagi buta wanita itu sudah hadir di Plaza Timur Senayan Jakarta.
Dede, dia memperkenalkan namanya. Sedari jam 7 pagi sudah beraktivitas di kawasan Gelora Bung Karno. Dede sibuk luar biasa. Beberapa kantong plastik besar berjejer di tendanya.
Isinya aneka jenis pakaian. Matanya tajam memilah setiap busana. Memajangnya dengan rapi. Mencari-cari posisi agar gampang diliat pengunjung.
" Capek nih," seloroh Dede saat ditemui Dream di kawasan Parkir Timur Senayan, Jakarta, Rabu, 25 November 2015.
Wanita yang bekerja sebagai merchandiser Woku-woku beruntung tak datang sendiri. Ada rekannya membantu. Mereka sudah memasukan barang dagangan sehari sebelumnya.
Di kejauhan, dekat patung ikon komplek Gelora Bung Karno sebuah tenda tampil megah. Desainnya bergaya Arabian Maroko. Dengan mainan warna kuning, biru, dan putih semua pasang mata pasti langsung tersedot.
Ditambah sofa berwarna emas, stan itu memang tampak mencolok. Terpampang sebuah tulisan First Travel. Inilah stand milik sebuah agen perusahaan wisata.
Pagi itu, Plaza Timur Senayan memang ramai bukan main. Dari semalam mobil pengangkut barang hilir mudik. Tempat favorit olahraga di Senayan itu berubah menjadi arena Jakarta Islamic Fair (JIF).
Berlangsung hingga akhir pekan, festival ini digawangi event organizer (EO) Berkah Kreasi Lian Mipro. Bukan cuma ajang dagang, JIF menampilkan sejumlah acara bernapaskan Islami. Ceramah para Dai, temu selebiritis, sampai seminar bisnis.
Seiring mentari yang mulai meninggi, pelan-pelan terdengar sayup lantunan ayat suci Alquran. Suara itu berasal dari Ustaz Yusuf Mansyur. Sebuah pesan tausiyah meluncur dari mulutnya.
" Kegiatan Jakarta Islamic Fair ini menunjukkan kita sudah bergerak. Move on. Ini menunjukkan kita telah siap membuat perubahan. Insya Allah," sapanya kepada pengunjung.
*****
Denyut napas bisnis syariah di Tanah Air seolah tak pernah berhenti. Meski tahun di ujung pergantiannya, ada saja kegiatan bertemakan Islami. Tak ada satu bulan terlewatkan tanpa kegiatan Islami.
Masih teringat jelas, dua pekan sebelum JIF digelar, dilokasi yang sama, pengunjung memadati acara Internasional Islamic Expo (IIE) 2015. Pesertanya pun bukan cuma pemain lokal. Banyak negara yang mayoritas muslim mengirimkan delegasi. Mereka tak mau ketinggalan even penting ini.
Tengok juga jauh ke belakang, di awal tahun 2015. Agenda rutin pameran Islami skala nasional dan internasional telah banyak digelar. Ada Islamic Book Fair, Indonesia Halal Tourism-Food Product & Service Expo, atau Internasional Islamic Fashion Product.
Di sektor fesyen, siapa yang tak menantikan kegiatan Islamic Muslim Fashion Week. Ajang pamer produk teranyar busana hijab di Tanah Air. Hingga di minggu pertama akhir tahun nanti, Indonesia Halal, Food & Fashion & Fashion (IHBF) sudah siap menyapa.
Pameran bertema muslim memang tengah berkembang. Bisnis yang tren disebut disingkat MICE atau Meeting, Incentive, Confference, and Exhibition ini bak jamur di musim hujan. Memanfaatkan momentum pertumbuhan bisnis syariah, khususnya fesyen dan travel, pebisnis MICE mencoba hadir.
Indonesia memang negaranya penyelenggara pameran. Coba saja lihat data dari International Congress and Convention Association (ICCA). Tak seluruh data ICCA ini memang menunjukan pertemuan atau konferensi bernapaskan Islam.
Jumlah pertemuan dan pameran di Tanah Air sepanjang 2014 mencapai 76 kali. Indonesia pun berada di peringkat 42 dunia. Jumlah partisipannnya punya peringkat lebih baik. Berada di rangking 40 dunia, 29.613 partisipan internasional pernah menyambangi dan berpameran di Tanah Air.
Bukan cuma Jakarta yang sering jadi tuan rumah. Tapi Bali adalah rajanya pameran-pameran berskala internasional di Indonesia. Kota para raja Yogyakarta juga kerap menggelar pertemuan.
Di jajaran negara ASEAN, Kementerian Perdagangan mengutip data ICCA tahun 2010 mendapati peringkat Indonesia ada di peringkat empat. Di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand.
" Dilihat dari tren 2001-2010, pertemuan di Indonesia mencatat pertumbuhan cukup besar yaitu 10,57 persen. Dibanding negara maju, Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan," ungkap laporan Kemendag.
Reto Kaufmann, Kuoni Group Travel Expert (GTE) head of MICE Sales Asia memperkirakan pertumbuhan bisnis MICE Islami bakal mencapai 30 perse per tahun.
Dengan booming bisnis syariah utamanya keuangan syariah, fesyen, dan travel tak salah jika bisnis MICE juga ikut kecipratan untung.
Saat negara atau perusahaan ingin mempromosikan bisnis Islaminya, MICE menjadi alat vital. Mengundang sejumlah ahli, tamu dari negara lain untuk mengenal bisnis yang mau dikembangkan.
Bagi pebisnis MICE, fenomena ini ibarat rezeki nomplok. Bayang-bayang banjir pesanan untuk menggelar acara sudah melayang di benaknya. Begitu pula yang dirasakan para pebisnis hotel, restoran, transportasi, dan bisnis-bisnis akomodasi.
Sudah bisa dibayangkan berapa banyak uang yang berputar dari bisnis MICE Islami ini. Indra Sukirno, direktur eksekutif dari Jakarta Convention and Exhibition Bereau kepada Jakartapost punya gambarannya.
Indra membocorkan setiap delegasi yang hadir dalam sebuah seminar biasanya membelanjakan uang sangat besar. " Jumlahnya tiga kali lebih besar daripada turis yang sedang berwisata," ujarnya.
Dari hitung-hitungan Indra, dari 300 delegasi yang menghadiri konferensi selama tiga hari, mereka bisa membawa uang sampai US$ 200 ribu atau Rp 2,8 miliar. Coba bayangkan jika dikalikan jumlah konferensi yang digelar saban tahunnya.
*****
Tugino, Chief Manager PT Graha Sidang Pratama, perusahaan yang menangani operasional tempat pertemuan terbesar di ibukota, Jakarta Convention Center (JCC), mengakui besarnya bisnis MICE syariah ini.
Sejak menukangi kegiatan bernapaskan Islam, Tugino melihat antusiasme luar biasa. Pengunjung selalu banyak dan pengisi stand terus bertambah.
JCC memang telah sering dijadikan lokasi penyelenggaraan pameran buku islami maupun travel Islami.
" Terutama travel bertema Muslim. Kadang sampai berpikir, kalau ada acara travel, Ini sedang krisis bener nggak sih?" katanya.
Effi Setiabudi, orang nomor satu di jajaran perusahaan pameran sepakat dengan pendapat itu. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) ini menceritakan tren expo bertemakan muslim mulai hidup sekitar tahun 2010.
" Paling tidak dalam setahun diadakan 2-3 kali expo Islami," ungkapnya.
Bagi Effy, industri MICE Islami ini adalah lading bisnis baru yang menjanjikan. Dengan sesumbar dia pun menyebut krisis ekonomi seolah tak pernah ada ketika pameran terus berlangsung dengan dibanjiri pengunjung.
" Ya lihat saja sendiri. Dibilang krisis enggak krisis pameran jalan terus kok. Yang bilang krisis siapa sih? Enggak ada bedanya antara krisis dan nggak krisis," tukasnya.
Sampai 2016, Effy sangat yakin industri MICE Islami akan terus berkembang. Tak hanya di ibukota, kegiatan berupa pameran dan expo bernapaskan Islami pun akan menjamur sampai ke daerah.
Dede hari ini mungkin saja berpeluh dengan keringat saat mengisi stand JIF. Namun Dede sudah berada di jalur yang benar menangkap potensi besar bisnis syariah di Indonesia.
(Laporan: Maulana Kautsar)
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya